Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Rabu (4/2) bahwa Iran berupaya memulai kembali program nuklirnya setelah serangan AS yang dilakukan pada musim panas lalu.
“Mereka mencoba kembali ke lokasi itu. Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya, kehancurannya total,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News.
“Namun, mereka berpikir untuk memulai lokasi baru di bagian lain negara itu. Kami mengetahuinya. Saya berkata, ‘Jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada kalian’.”
Trump menyampaikan tersebut disampaikan di tengah persiapan Iran dan AS untuk menggelar perundingan terkait program nuklir Teheran pada Jumat di ibu kota Oman, Muscat.
Perundingan itu sempat diragukan kelangsungannya awal pada pekan ini, tetapi seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa pembicaraan tersebut memang akan berlangsung.
Iran juga menyatakan bahwa perundingan akan tetap dilanjutkan, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa pembicaraan akan dimulai pada Jumat pagi.
Sebelumnya, Media AS Axios melaporkan Washington telah memberi tahu Teheran bahwa pihaknya tidak akan menyetujui tuntutan untuk mengubah lokasi atau format perundingan yang dijadwalkan pada Jumat.
“Kami mengatakan kepada mereka pilihannya adalah ini atau tidak sama sekali, dan mereka berkata, ‘Baik, kalau begitu tidak sama sekali’,” Axios mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Iran dan AS dijadwalkan menggelar perundingan tidak langsung pada Jumat di Muscat dengan fokus pada isu-isu terkait nuklir.
Sebelum Muscat, Istanbul sempat diusulkan sebagai lokasi perundingan, menyusul keberhasilan Turki dalam membantu meredakan ketegangan antara kedua negara.
Axios mengutip pejabat tersebut yang mengatakan bahwa jika pihak Iran bersedia kembali ke format awal perundingan, AS siap bertemu pekan ini atau pekan depan.
Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa Washington berupaya mengangkat isu-isu di luar kerangka nuklir, termasuk masalah pertahanan.
Rencana perundingan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang dipicu oleh peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia serta ancaman aksi militer yang berulang kali dilontarkan oleh Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara telah turun tangan dan menawarkan diri sebagai mediator antara Teheran dan Washington untuk meredakan ketegangan.
AS dan sekutunya, Israel, menuduh Iran berupaya memproduksi senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai, termasuk pembangkitan listrik.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Erdogan: Campur tangan eksternal atas masalah Iran ancam kawasan
Baca juga: Media: Pembicaraan nuklir Iran-AS diperkirakan akan diadakan di Oman
Baca juga: Iran persiapkan waktu dan tempat perundingan dengan AS
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 hours ago
1







































