Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik pada tahun 2026 dibandingkan 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025 sebesar 5,11 persen (yoy), dengan capaian pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen (yoy).
Hendra mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada tingkat konsumsi domestik, maka dia menganjurkan agar masyarakat lebih banyak berbelanja agar ekonomi tumbuh lebih baik tahun ini.
"Kita mau menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan itu tergantung sebetulnya dari Bapak-Ibu sekalian. Jadi daya beli Indonesia itu 52 persen dari menengah ke atas. Nah, kalau menengah ke atas cuman lihat-lihat saja, tidak belanja, ekonomi kita susah naik dari 5 persen. Jadi tolong belanja," tegasnya saat pembukaan BCA Expoversary 2026, Kamis (5/2).
Di sisi lain, Hendra juga menganjurkan masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan financing, misalnya mengambil kredit di perbankan.
"Kenapa financing ini penting? Kalau di bank itu yang paling penting itu adalah likuiditas, di perusahaan juga paling penting likuiditas. Jadi kalau ada uang, disimpan juga. Kalau bisa dapat financing, selalu lebih bagus," ungkap Hendra.
Dengan demikian, jika masyarakat terutama kelas menengah atas berbelanja lebih banyak, Hendra optimistis bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik pada tahun ini. Hal ini juga menyusul momentum bulan suci Ramadan dan Idul Fitri yang akan segera datang.
"Kita optimistis tahun 2026 bisa lebih baik dari 2025. Ini tentu tergantung daya beli masyarakat, makanya saya juga sampaikan ya jangan lupa belanja, ini sudah mau menjelang bulan puasa," jelas Hendra.

1 hour ago
1







































