REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyoroti keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ketua LHKI Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Imam Addaruqutni mengatakan, RI memiliki opsi untuk keluar dari BoP, sebagaimana yang disampaikan pemerintah dalam berbagai kesempatan. Jika keanggotaan di dalam organisasi bentukan Trump itu tak sesuai harapan, Indonesia berhak hengkang dari sana.
"Ya, siapa yang melarang (RI keluar dari Dewan Perdamaian)? Itu kan hak sebagai bangsa yang merdeka," ujar Imam Addaruqutni kepada Republika pada Kamis (5/2/2026).
Ia meyakini, keanggotaan RI dalam Board of Peace bukan tanpa misi. Menurut Imam, Presiden Prabowo Subianto tentu membawa aspirasi bangsa Indonesia, sebagaimana yang disuarakan para pendahulunya, dari era Sukarno. Sejak zaman Bung Karno, negeri ini terus konsisten membela dan menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Pembelaan Indonesia kepada Palestina itu tidak berubah meski RI kini turut bergabung dalam BoP. Imam mengaku optimistis, RI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo tetap konsisten dalam membela kepentingan Palestina demi berdirinya Negara Palestina yang merdeka.
"Jadi, saya kira, RI tetap konsisten. Presiden Prabowo telah bergabung dalam ini (Board of Peace) dengan satu pendirian yang tetap sama, membela Palestina," ucap Imam.
Pada Selasa (3/2/2026) lalu, Kepala Negara mengundang sejumlah pimpinan organisasi-organisasi masyarakat (ormas) Islam ke Istana Kepresidenan, Jakarta, antara lain untuk berdialog soal keanggotaan RI dalam BoP. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan, kalau keanggotaan RI dalam organisasi itu tidak membuat maslahat bagi upaya kemerdekaan Palestina, maka Indonesia tidak segan-segan akan keluar dari BoP.
Maka dari itu, lanjut Imam, ada komitmen dan kesungguhan dari Presiden Prabowo dalam kebijakannya, yakni RI bergabung dalam Board of Peace. Ia meyakini, adanya RI dalam organisasi itu bukan sama sekali untuk memenuhi keinginan Israel atau Amerika Serikat (AS). Prabowo punya misi tersendiri di Dewan Perdamaian yang selaras dengan memperjuangkan nasib bangsa Palestina.
"Jadi (gabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian) tidak disamakan dengan membela kemauan Israel atau keinginan dari semata-mata Israel lewat Trump. Ini lebih pada bagaimana Indonesia tetap konsisten dalam perjuangannya," ujar Imam.
RI belum bayar
Terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, keanggotaan dalam forum tersebut bersifat tidak tetap. Alhasil, lanjut dia, Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu.
Adapun dana sebesar 1 miliar dolar AS yang dikaitkan dengan keanggotaan BoP, Seskab mengatakan, dana tersebut merupakan dana rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib.
“Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan,” kata Seskab Teddy, dilansir dari laman resmi Presiden Republik Indonesia, pada Rabu (4/2/2026).
“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama tiga tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan, keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina. “Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” tandasnya.
Melalui pendekatan diplomasi yang proaktif dan berorientasi pada hasil, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat posisi global sekaligus memastikan bahwa setiap langkah kebijakan luar negeri memberikan manfaat strategis bagi rakyat Indonesia serta perdamaian dunia.

1 hour ago
2







































