Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan progres pembangunan 66 RSUD di kabupaten/kota terpencil. Pembangunan tersebut merupakan salah satu program quick win Presiden Prabowo Subianto.
Dari total 66 RSUD, 22 di antaranya telah mulai dibangun pada 2025. Sebanyak 16 RSUD ditargetkan rampung pada akhir Februari ini.
“Bapak Presiden itu targetin 66 ya. Tahun lalu kita mulai pembangunannya sejak Januari sampai Juni itu groundbreaking-nya 22 (rs) ya. Saat ini kita akan laporkan, insyaallah pada akhir Februari, 16 (rs) akan selesai, dan diharapkan di Maret-April 22-nya selesai ya,” kata Budi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).
“Jadi dari 22 (rs) tahun pertama yang harus kita bangun, Januari sampai Juni 2025 kita groundbreaking seluruhnya, yang sekarang sudah siap sampai akhir Februari ada sekitar 16 (rs). Sehingga 6-nya diharapkan bisa selesai antara bulan Maret sampai April. Jadi semuanya sudah selesai dan diharapkan sudah bisa beroperasi,” tambahnya.
Sedangkan 44 RSUD sisanya, akan dibangun pada tahun ini dan tahun 2027. Budi mengatakan pada 2026 pihaknya akan membangun sebanyak 20 RSUD baru, sedangkan pada 2027 ditargetkan sebanyak 24 rumah sakit akan rampung dibangun di daerah terpencil.
“Tahun 2026, kita sudah dapat approval untuk membangun 20 tambahan lagi. Jadi tahun pertama 22 (rs), tahun 2026-nya sudah kita dapat anggarannya untuk membangun 20 (rs). Jadi sisanya tinggal 24 (rs) lagi di 2027 ya,” kata Budi.
Budi menegaskan, rumah sakit yang dibangun di wilayah terpencil memiliki fasilitas setara rumah sakit di kota dan tidak kalah dari sisi kualitas layanan. Ia mencontohkan RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur yang selesai dibangun kurang dari satu tahun.
“Karena ini adalah rumah sakit-rumah sakit kelasnya nanti bisa dilihat fotonya, videonya, sama seperti di kota. Fasilitasnya juga sama seperti di kota,” ucapnya.
“Jadi tidak sampai satu tahun sebenarnya ya. 10-11 bulan bisa jadi dengan anggaran yang pas gitu ya, artinya anggarannya tidak cost overrun,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya memaparkan sebaran daerah yang hingga kini belum memiliki rumah sakit tipe C. Total terdapat 66 kabupaten/kota yang menjadi sasaran pembangunan.
“Di Pulau Sumatera ada 12 kabupaten/kota yang belum punya rumah sakit tipe C. Di Kalimantan ada 3 kabupaten. Kemudian di Nusa Tenggara ada 4 kabupaten. Di Sulawesi ada 13 kabupaten. Di Maluku ada 10 kabupaten, dan di Papua ada 24 kabupaten,” ujar Azhar.
Azhar menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dalam beberapa batch hingga 2027. Dari tahap awal, sebanyak 11 rumah sakit telah selesai 100 persen dan sisanya mendekati rampung.
“Ini yang sudah selesai 100 persen ya Bapak Ibu semua. Yang 91 (persen) itu sudah dekat-dekat kita perkirakan selesai di bulan Februari di 2026. Dan untuk yang masih di bawah 80 persen, diperkirakan tri semester kedua bulan Maret, ini bisa selesai,” katanya.
Pembangunan di 2026
Sementara itu, dari 20 RSUD yang dibangun tahun 2026, 10 di antaranya telah melalui proses lelang dan akan segera memasuki tahap groundbreaking.
“Yang pertama dari 1 sampai 10 itu proses lelangnya sudah selesai. Nah sebentar lagi. Proses lelangnya sudah selesai, sebentar lagi kita akan tanda tangan kemudian groundbreaking. Kemudian yang 11 sampai 20, itu lagi dalam proses pelelangan,” ujar Azhar.
Selain pembangunan fisik, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan peralatan kesehatan senilai Rp 20 miliar per lokasi agar dapat langsung beroperasi setelah diresmikan.
“Jadi selain pembangunan fisik, kita juga melengkapi tambahan buat peralatan di sana senilai Rp 20 miliar untuk melengkapi peralatan yang belum ada,” katanya.
Rumah sakit yang dibangun rata-rata memiliki tiga lantai dengan fasilitas layanan kesehatan rujukan dasar hingga lanjutan, termasuk ruang operasi, catlab, hemodialisis, serta layanan ibu dan anak.
Pemerintah berharap keberadaan rumah sakit ini dapat menyelesaikan sekitar 80 persen penyakit masyarakat tanpa perlu rujukan ke kota besar atau Pulau Jawa.

1 hour ago
2







































