Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Dalam laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Rusia "Pravda", pakar strategi Yuri Pucharov menyoroti alasan mengapa tidak terjadi konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran meskipun ada pengerahan militer besar-besaran di wilayah tersebut dan eskalasi saling balas antara kedua belah pihak.
Penulis mengatakan selama beberapa pekan terakhir dunia hidup dalam ketegangan yang tinggi di tengah kemungkinan pecahnya perang besar antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi eskalasi tersebut sejauh ini hanya sebatas perang retorika dan unjuk kekuatan.
Dikutip Aljazeera, Kamis (5/2/2026), penulis berpendapat untuk memahami alasan mengapa momentum ini tidak berubah menjadi konfrontasi nyata, perlu mempertimbangkan tiga elemen utama.
Ketiga elemen tersebut yaitu kualitas pasukan militer Amerika Serikat, tuntutan Amerika Serikat terhadap Iran, dan faktor geopolitik yang membuat konflik ini melampaui batas-batas Timur Tengah.
Sifat penyebaran militer
Penulis menunjukkan, pemerintahan Presiden Trump telah meluncurkan operasi penyebaran militer berskala besar di Timur Tengah pada Januari lalu.
Selain itu, baterai rudal Patriot tambahan, sistem pertahanan rudal, dan sistem peringatan dini juga dikerahkan untuk mengamankan pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan tersebut.
Menurut penulis, sifat penyebaran ini menunjukkan AS pada dasarnya ingin memperkuat pertahanannya dan bersiap untuk menangkis kemungkinan serangan balasan, bukan untuk melancarkan serangan pertama.
sumber : Antara

1 hour ago
2







































