Staf Kemnaker Ngaku Terima Uang Pemerasan K3: Kisaran Rp 370 Juta-Rp 1,8 Miliar

1 week ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sidang kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 Kemnaker di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Staf Direktorat Bina Pengawas Ketenagakerjaan dan Penguji K3 Kemnaker, Nila Pratiwi Ichsan, mengaku menerima uang hingga sekitar Rp 1,8 miliar dari dugaan pemerasan yang terjadi dalam proses pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi K3 Kemenaker di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1). Nila dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut.

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK membacakan daftar nama orang-orang yang turut menerima aliran uang dari dugaan pemerasan ini. Nama Nila masuk dalam daftar.

"Nila Pratiwi, Saudara ya? Saudara mendapat Rp 10 sampai 50 juta per bulan. Gede juga Saudara dapat ya? Rp 10 sampai 50 juta per bulan," kata jaksa.

Nila mengakui menerima aliran uang itu. Namun, dia bilang, nominalnya tak selalu sama setiap bulannya atau variatif.

Jaksa lalu menanyakan soal total uang yang diterima Nila. Dia mengaku tak mencatat totalnya.

"Untuk saksi sendiri, berapa yang telah saksi nikmati uang-uang yang nonteknis ini?" tanya jaksa.

"Izin, Pak, kalau jumlahnya saya tidak mencatatkan," jawab Nila.

Jaksa lalu membacakan keterangan Nila dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP tersebut, Nila mengakui menerima total uang hingga Rp 1,8 miliar.

"Di BAP nomor 14, 'saya menerima dari bulan Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024 kisaran Rp 370 juta sampai Rp 1.850.000.000'," beber jaksa.

"Iya. Izin, Pak, di BAP tersebut saat perhitungan itu kalau saya terimanya yang minimal berapa tadi ya, Rp 10 (juta) dikali 30 sekian bulan, dapatnya segitu dapatnya. Dan kemudian kalau misalnya saya menerima Rp 50 (juta), berarti Rp 50 (juta) kali sekian. Itu hanya range saja, karena nilai setiap bulannya tidak selalu sama," jelas Nila.

Jaksa mengatakan, perbuatan Nila serupa dengan orang-orang yang menjadi terdakwa dalam perkara ini.

"Berati sama dong perbuatan Saudara sama para terdakwa ini. Nasib Saudara baik, entahlah kalau ke depan ya," tutur jaksa.

"Punya iktikad baik enggak mau mengembalikan itu?" sambung jaksa.

"Punya. Kemudian, ya, terhadap uang-uang yang Saudara terima itu, ada Saudara melakukan pencatatan?" tanya jaksa lagi.

"Tidak ada, Pak," ungkap Nila.

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel melakukan pemerasan bersama 10 pegawai Kemenaker lainnya. Sepuluh orang lainnya itu, yakni:

Mereka diduga melakukan pemerasan dengan membuat biaya penerbitan sertifikat tersebut menjadi lebih mahal. Uang pemerasan tersebut mengalir ke sejumlah pejabat. Nilainya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 81 miliar.