Washington (ANTARA) - Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer mengatakan Amerika Serikat akan terus dilanda polemik soal berkas mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein hingga seluruh dokumen terkait dirilis seluruhnya.
"Amerika tidak akan move on dari berkas Epstein sampai mendapatkan seluruh kebenaran, kebenaran sepenuhnya tentang berkas Epstein," kata Schumer dalam pidatonya di Senat, Rabu (4/2).
Ia juga menyinggung janji Presiden Donald Trump untuk membuka seluruh dokumen tersebut secara transparan.
"Amerika tidak akan melangkah maju sampai Donald Trump melakukan apa yang ia janjikan, yakni transparansi penuh, dan kita bahkan belum mendekati itu," kata Schumer.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan Amerika Serikat seharusnya "move on" menyusul rilis terbaru dokumen Epstein, sembari menuduh Epstein dan pihak-pihak lainnya telah bersekongkol untuk melawannya.
Schumer mengatakan jutaan dokumen terkait Epstein masih "terselubung kegelapan," sehingga menimbulkan pertanyaan soal informasi apa saja yang belum diungkap kepada publik.
"Kami tak tahu apa yang tersisa di dalamnya, apa yang ada di sana tentang Donald Trump," ujarnya.
Baca juga: Jutaan dokumen Epstein diungkap, Jaksa: Kami tidak lindungi siapa pun
Ia juga mempertanyakan apakah Departemen Kehakiman secara sengaja menyembunyikan dokumen yang berpotensi merugikan Trump.
Departemen Kehakiman lebih mengutamakan kepentingan Trump dibandingkan transparansi dan kewajiban hukum, kata Schumer, seraya menilai lembaga itu tidak memiliki independensi di bawah sang presiden.
"Trump memilih orang-orang di Departemen Kehakiman untuk menjadi anjing penyerangnya sendiri, bonekanya sendiri. Mereka tak punya independensi, sehingga kami tidak mempercayai mereka," kata Schumer.
Ia menegaskan isu tersebut tidak akan mereda hingga Trump merilis seluruh dokumen terkait Epstein yang masih tersisa.
Setumpuk dokumen terbaru terkait Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman pekan lalu menyebut sejumlah tokoh ternama.
Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan prostitusi anak.
Ia sebelumnya mengaku bersalah di pengadilan negara bagian Florida dan divonis pada 2008 karena merekrut anak di bawah umur untuk melakukan prostitusi, tetapi vonis itu dinilai banyak pihak sebagai "kesepakatan istimewa."
Para korban menuding Epstein mengoperasikan jaringan luas prostitusi yang melibatkan kalangan elite kaya dan politikus.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM Inggris: Mantan dubes Mandelson bohong soal hubungan dengan Epstein
Baca juga: Hakim AS batalkan sidang demi lindungi identitas korban Epstein
Bill dan Hillary Clinton sepakat bersaksi dalam kasus Jeffrey Epstein
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

6 hours ago
1







































