PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres prihatin tentang dampak embargo minyak baru AS terhadap Kuba.
"Sekjen sangat prihatin mengenai situasi kemanusiaan di Kuba, yang akan memburuk, bahkan kemungkinan kolaps, jika kebutuhan minyaknya tidak terpenuhi," ungkap Stephane Dujarric, Juru Bicara (jubir) Sekjen PBB.
Guterres menyatakan bahwa selama lebih dari tiga dekade, Majelis Umum PBB secara konsisten menyerukan penghentian embargo yang diberlakukan oleh AS terhadap Kuba, dan mendesak semua pihak untuk mengupayakan dialog serta menghormati hukum internasional, kata jubir itu dalam sebuah taklimat harian, Rabu.
Dujarric menambahkan PBB sedang bekerja sama dengan pemerintah Kuba untuk mencari langkah-langkah yang dapat meringankan kondisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (29/1) lalu menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 hours ago
1







































