Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana senilai Rp36 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada 20 Januari 2026.
Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, total penawaran masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp82,90 triliun, lebih rendah dari lelang terakhir sebesar Rp90,96 triliun pada 6 Januari 2026.
Serapan terbesar berasal dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp7,7 triliun dari penawaran masuk Rp15,39 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,71840 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Selanjutnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp6,5 triliun dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang mencatatkan penawaran masuk Rp14,63 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,31997 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.
Dari seri SPN12270107 (pembukaan kembali), dimenangkan dana sebesar Rp5 triliun dari penawaran masuk Rp14,48 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,65000 persen dengan jatuh tempo 7 Januari 2027.
Seri FR0107 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp4,15 triliun dari penawaran masuk Rp5,84 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,58990 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Seri SPN12260423 (pembukaan kembali) dan FR0105 (pembukaan kembali) masing-masing dimenangkan sebesar Rp3 triliun.
SPN12260423 mencatatkan penawaran masuk Rp10,96 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,35000 persen dan jatuh tempo 23 April 2026.
Sedangkan FR0105 menerima penawaran masuk Rp4,47 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,78989 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Berikutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp2,6 triliun dari seri FR0102 (pembukaan kembali). Seri ini menerima penawaran masuk Rp4,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,72981 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Seri FR0106 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp2,05 triliun dari penawaran masuk Rp6 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,48992 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Terakhir, pemerintah menyerap dana sebesar Rp2 triliun dari seri SPN01260221 (penerbitan baru) yang menerima penawaran masuk Rp6,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,30000 persen dengan jatuh tempo 21 Februari 2026.
Baca juga: Lelang SUN perdana 2026 tarik penawaran hingga Rp90,96 triliun
Baca juga: Pemerintah serap Rp25 triliun dari lelang SUN pekan ini
Baca juga: Pemerintah serap Rp28 triliun dari lelang SUN pekan ini
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







































