LPS targetkan penurunan porsi nominal simpanan berbunga di atas TBP

10 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan penurunan porsi nominal simpanan berbunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) yang per akhir Desember 2025 mencapai 33 persen.

Adapun TBP yang saat ini masih berlaku yakni 3,50 persen untuk simpanan rupiah pada bank umum, dan 6,00 persen untuk simpanan rupiah pada BPR, serta 2,00 persen untuk TBP simpanan valas pada bank umum.

“Ada dua target yang kami lakukan. Pertama, menurunkan porsi nominal simpanan di atas TBP. Kedua, melakukan edukasi dan literasi untuk menarik nasabah usia produktif,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1) malam.

Anggito menjelaskan bahwa porsi simpanan berbunga di atas TBP sebelumnya sempat turun pada November 2025. Namun, kenaikan lazim terjadi pada Desember, seiring strategi perbankan mempertahankan dana nasabah serta meningkatnya minat pemilik dana mencari tambahan imbal hasil menjelang akhir tahun.

“Kami akan terus meminta kepada pihak bank supaya mengikuti suku bunga ataupun tingkat bunga penjaminan,” kata Anggito.

Per Desember 2025, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh membaik sebesar 13,83 persen (year-on-year/yoy) yang dikontribusikan terutama dari peningkatan aktivitas belanja pemerintah dan korporasi.

Namun, pada periode yang sama, kredit perbankan masih tumbuh di bawah DPK, yakni sebesar 9,63 persen (yoy). Kinerja kredit itu terutama ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.

Anggito mengamini bahwa likuiditas perbankan saat ini cukup melimpah, sehingga akan mengurangi biaya dana (cost of fund). Sementara kredit yang masih tumbuh satu digit, salah satunya disebabkan oleh transmisi suku bunga kebijakan (BI-Rate) yang belum signifikan.

“Kenapa penyaluran kredit di bawah 10 persen? Pertama, suku bunga deposito turun, tetapi suku bunga kreditnya belum turun seperti yang diharapkan. Yang kedua, tentu transmisinya masih ada gangguan,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan kredit yang masih berada di bawah DPK juga didorong oleh masalah permintaan. Anggito mengingatkan bahwa permintaan kredit yang belum kuat itu terlihat dari undisburshed loan yang masih cukup tinggi.

LPS mencatat, suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah konsisten menunjukkan penurunan secara bertahap. Pada periode observasi Januari 2026, SBP rupiah tercatat turun 5 basis poin (bps) ke level 3,14 persen.

Tren penurunan SBP itu sejalan dengan kondisi likuiditas yang tetap longgar dan arah kebijakan moneter yang akomodatif.

Pada periode yang sama, SBP simpanan valas juga menunjukkan penurunan. Berdasarkan observasi Januari 2026, SBP simpanan valas terpantau turun 12 bps ke level 2,79 persen.

“Mencermati tren SBP tersebut, LPS akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan otoritas terkait dalam upaya mendorong transmisi suku bunga kebijakan moneter ke suku bunga simpanan,” kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS Ferdinan D Purba.

Adapun LPS melalui rapat Dewan Komisioner pada Senin (19/1), telah melakukan evaluasi dan penetapan atas tingkat bunga penjaminan (TBP) yang akan berlaku sejak 1 Februari sampai dengan 31 Mei 2026.

TBP simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR, serta TBP simpanan dalam valuta asing (valas) di bank umum diputuskan untuk tetap atau tidak berubah dari penetapan periode sebelumnya pada September 2025, masing-masing sebesar 3,50 persen, 6,00 persen, dan 2,00 persen.

Ferdinan menjelaskan bahwa TBP yang tidak berubah karena mempertimbangkan tingkat SBP simpanan rupiah dan valas yang masih dalam tren menurun serta TBP yang berlaku masih sejalan dengan arah kebijakan makroekonomi dalam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pertimbangan lainnya yakni jumlah simpanan di perbankan tumbuh positif dengan kondisi likuiditas perbankan yang longgar serta tingkat cakupan penjaminan simpanan berada di level yang terjaga atau berada jauh di atas mandat undang-undang yang sebesar 90 persen.

Per Desember 2025, jumlah rekening nasabah bank umum yang seluruh simpanannya dijamin mencapai 99,94 persen dari total rekening atau setara dengan 665,05 juta rekening.

Sedangkan jumlah rekening nasabah BPR-BPRS yang seluruh simpanannya dijamin mencapai 99,97 persen dari total rekening atau setara dengan 15,67 juta rekening.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article