Noel Ngaku Ditipu saat Kena OTT, Ini Penjelasan KPK

1 week ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer atau Noel, jelang pelimpahan tahap II kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 Kemnaker, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Mantan Wamenaker, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengaku ditipu saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Noel terjaring dalam operasi senyap lembaga antirasuah itu terkait kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemenaker.

"KPK lebih banyak nipunya. Berbohongnya. Dan harus dicatat. KPK ini digaji rakyat bukan untuk berbohong. Hampir semua kasus OTT itu Operasi Tipu-tipu. Operasi tipu-tipu yang dilakukan oleh para konten kreator yang ada di Gedung Merah Putih," kata Noel kepada wartawan sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1).

Noel mengeklaim, saat ditangkap, penyelidik KPK mengaku ingin mengklarifikasinya. Namun, tiba-tiba statusnya ditingkatkan menjadi seorang tersangka.

"Ya, kayak pertama saya waktu katanya di OTT. Mereka bilang, 'Pak, datang, Pak, ke kantor saya.' 'Mau ngapain?', saya bilang. "Ada klarifikasi, mau dikonfrontir." Pas saya datang, paginya saya di-tsk-in," jelas Noel.

Selain itu, Noel juga sempat ditanyai soal keberadaan mobil miliknya. Noel pun memberi tahu pihak KPK soal hal tersebut.

"Kemudian, "Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?" Saya kasih mobil saya. Besoknya saya di-framing 32 mobil hasil pemerasan," ungkap Noel.

"Kemudian lanjut lagi, "Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini bla bla bla-nya." Besoknya, saya di-framing Rp201 miliar hasil pemerasan Immanuel," tambah dia.

Karenanya, Noel meminta KPK agar tak selalu berbohong dan ikut dalam berpolitik.

"Kalau KPK main-main dalam hal ini, jangan salahkan rakyat ketika rakyat punya cara tersendiri untuk mengatasi kelicikan dan kejahatan ini. Karena mereka selalu berbohong framing-nya. Yang dia bohongi itu Presiden, yang mereka bohongi itu rakyat. Enggak malu, kasus ASDP. Mereka berpolitik," tutur Noel.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, merespons pernyataan Noel. Dia meminta agar Noel tak menyebarkan narasi yang mengalihkan fokus dari proses persidangan.

"KPK mengingatkan bahwa narasi kontraproduktif atau yang bertujuan mengalihkan fokus dari proses persidangan, tidak serta-merta mengubah fakta hukum yang tengah diperiksa di pengadilan. Masyarakat bisa mencermati secara utuh setiap faktanya, karena sidang bersifat terbuka," jelas Budi.

"Kami meminta terdakwa untuk lebih fokus pada jalannya persidangan, memberikan keterangan yang benar di hadapan majelis hakim, serta menghormati prinsip peradilan yang adil dan tidak mempengaruhi proses hukum secara tidak semestinya," sambung dia.

Terkait masalah proses hukum yang dilakukan terhadap Noel, Budi mengeklaim, KPK telah menjalankannya sesuai dengan prosedur.

"KPK menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dan penuntutan perkara ini dilaksanakan berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," papar dia.

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel melakukan pemerasan bersama 10 pegawai Kemenaker lainnya. Sepuluh orang lainnya itu, yakni:

- Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022-2025;

- Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang;

- Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025;