Jakarta (ANTARA) - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turki telah melewati tahun ke-75 dan selama ini terus berjalan dengan sangat baik sebagaimana tercermin dari luasnya kerja sama bilateral serta eratnya rasa persahabatan antara rakyat kedua negara.
Di awal bulan ini saja, menteri luar negeri serta menteri pertahanan Indonesia dan Turki merampungkan dialog empat mata dalam format 2+2 di Ankara, di mana mereka menegaskan kembali komitmen penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Menurut pernyataan bersama keempat menteri usai pertemuan tersebut, mereka juga sepakat meningkatkan hubungan antarmasyarakat antara lain melalui kerja sama pendidikan dan beasiswa, pariwisata, serta pertukaran budaya, di samping setuju mendorong kolaborasi lebih di sektor ekonomi, pertahanan, dan kerja sama internasional.
Eratnya hubungan antara Indonesia dan Turki rupanya tak hanya terlihat dari luasnya kerja sama bilateral antara berbagai pemangku kepentingan kedua negara, tapi juga merambah hingga tingkat personal, sebagaimana terlihat dari naiknya jumlah perkawinan campur antara WNI dengan WN Turki.
Catatan KBRI Ankara menunjukkan 233 berkas surat keterangan pengantar menikah bagi WNI yang hendak menikah dengan WN Turki telah mereka terbitkan pada 2025, sedikit meningkat dibanding dengan jumlah surat keterangan yang diterbitkan pada 2024 yang mencapai 222 berkas.
KBRI Ankara juga mencatat setiap harinya selalu menerima dua hingga tiga WNI yang hendak berkonsultasi mengenai pernikahan dengan WN Turki ataupun langsung meminta surat pengantar menikah.
Menurut Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, WNI yang menikah dengan WN Turki menjadi salah satu dari tiga konstituen utama diaspora Indonesia di Turki, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 20 ribu orang. Dua konstituen lainnya yaitu mahasiswa Indonesia serta pekerja migran.
Hanun Rifda, seorang WNI alumni sebuah perguruan tinggi di Kota Konya, Turki tengah, mengaku memiliki beberapa teman sesama WNI di kampus yang kemudian menikah dengan WN Turki.
Ia mengatakan dari teman-teman sesama WNI yang menikah dengan WN Turki, ada beberapa yang menikah atas dasar teman sekampus, tetapi kebanyakan kenalan lainnya yang ia ketahui meniti takdir yang sama berkenalan dengan pasangannya di media sosial.
“Orang Turki cenderung pandai menyebarkan budaya mereka dan lihai mengambil hati orang asing,” kata Hanun saat ditanya mengenai hal yang membuat para mahasiswa Indonesia terpincut dengan WN Turki. Ia menyebut rupa fisik warga Turki yang elok juga menjadi faktor yang memikat hati.
Namun demikian, Hanun juga mengatakan ada faktor ekonomi yang mendorong WN Turki pada akhirnya menikahi warga asing, yaitu kebiasaan tuntutan mahar yang tinggi di kalangan sesama warga lokal, bahkan hingga meminta mahar rumah ataupun mobil di beberapa kasus.
Risiko
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
10







































