Indef Ungkap Investor Cermati Penetapan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

1 week ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Deniey Adi Purwanto mengatakan penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan kekhawatiran di kalangan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini tak lepas dari latar belakang Thomas yang memiliki koneksi politik, bahkan kekeluargaan dengan orang nomor satu di Indonesia.

"Respons publik akan ada disrupsi terhadap independensi Bank Indonesia," ujar Deniey dalam diskusi publik bertema "Depresiasi Rupiah dan Dilema Independensi" di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Hal tersebut berkontribusi pada pelemahan rupiah hingga mendekati rekor terendah, sekitar Rp 16.985 per dolar AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Pasalnya, pasar memperkirakan adanya potensi pergeseran kebijakan dari kontrol moneter ortodoks.

"Jika investor menilai dewan gubernur baru akan lebih selaras dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah atau kurang berkomitmen terhadap inflasi dan stabilitas nilai tukar, arus keluar modal dapat meningkat, sehingga memberikan tekanan lebih lanjut ke bawah pada rupiah," ucap Deniey.

Deniey juga menyinggung ekspektasi sikap kebijakan moneter imbas penunjukan Thomas. Ia menyebut gubernur bank sentral sangat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter seperti suku bunga, intervensi valuta asing, dan manajemen cadangan.

"Pasar biasanya merespons ketidakpastian tentang kebijakan di masa depan," lanjut Deniey.

Deniey mengatakan bias pengetatan atau suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendukung mata uang dengan menarik modal asing dan mengurangi ekspektasi inflasi. Sebaliknya, bias pelonggaran, yakni suku bunga yang lebih rendah dan sikap akomodatif, dapat melemahkan mata uang, terutama jika kondisi global tidak pasti.

"Kepemimpinan baru yang dianggap memprioritaskan pertumbuhan daripada stabilitas, bahkan secara implisit, dapat melemahkan nilai tukar karena antisipasi penurunan suku bunga atau pelonggaran pertahanan nilai tukar," sambung Deniey.

Deniey mengatakan bank sentral harus menggunakan komunikasi sebagai arah kebijakan ke depan. Ia menilai transisi kepemimpinan sering kali menimbulkan ambiguitas dalam pedoman kebijakan, yang dapat mendestabilisasi pasar valuta asing, setidaknya dalam jangka pendek.

Menurut Deniey, pesan yang jelas dan kredibel memperkuat kepercayaan serta mengurangi volatilitas. Sebaliknya, sinyal yang ambigu atau tidak konsisten justru memperkuat ketidakpastian pasar dan tekanan spekulatif terhadap mata uang.

"Dalam jangka pendek, hingga anggota dewan dan gubernur baru merumuskan kerangka kebijakan yang konsisten, nilai tukar rupiah mungkin mengalami volatilitas yang lebih tinggi," ucapnya.

Deniey menantikan perubahan Dewan Gubernur BI terhadap kapasitas intervensi nilai tukar, pengelolaan cadangan devisa, dan perekonomian secara umum. Ia menyebut BI selama ini aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mengurangi volatilitas melalui berbagai instrumen kebijakan.

"Nah tentu ini butuh biaya, akan tetap dilaksanakan seperti itu atau kemungkinan ada realokasi, ini mirip-mirip dengan Kemenkeu, efisiensi bahasanya sehingga ada alokasi yang lebih besar untuk kebijakan yang lain di luar mengantisipasi melalui volatilitas nilai tukar," sambung dia.

Deniey juga menyinggung pernyataan Thomas yang menekankan pentingnya sinkronisasi fiskal dan moneter, terutama dalam konteks makroekonomi yang lebih luas. Ia menyebut selama ini skema kebijakan BI dalam berkoordinasi dan sinkronisasi kebijakan antara moneter, fiskal, dan pasar keuangan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap mengedepankan independensi.

"Tapi yang akan dilihat pasar dalam koordinasi kebijakan itu punya implikasi tidak terhadap kapasitas dari BI sendiri untuk bisa memitigasi volatilitas nilai tukar," kata Deniey.

Read Entire Article