Gaza (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu (4/2) mengatakan bahwa 54 jenazah warga Palestina dan 66 kotak berisi sisa-sisa jasad manusia yang diserahkan Israel telah dipindahkan ke Jalur Gaza.
Tiba di Kompleks Medis Al-Shifa menggunakan kendaraan Komite Palang Merah Internasional (ICRC), jenazah dan sisa-sisa jasad itu akan segera diperiksa oleh tim forensik.
Proses pemeriksaan dan pendokumentasian juga dilakukan sebelum para keluarga diizinkan untuk mengidentifikasi jenazah.
Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang diberlakukan secara bertahap sejak 10 Oktober, meski Amerika Serikat pada Januari mengumumkan bahwa fase kedua perjanjian tersebut telah dimulai.
Fase tersebut mencakup penarikan tambahan pasukan Israel dari Gaza serta dimulainya upaya rekonstruksi, yang menurut perkiraan PBB akan menelan biaya sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp177 triliun).
Perjanjian tersebut dicapai untuk mengakhiri agresi militer Israel di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun sejak Oktober 2023.
Serangan-serangan Israel ke wilayah kantong Palestina itu telah menewaskan hampir 72.000 warga setempat dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di sana.
Sumber: Anadolu
Baca juga: WHO: 18.500 lebih pasien di Gaza butuh pengobatan medis khusus
Baca juga: Mansour: Gaza milik Palestina, tidak untuk dirampas siapapun
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

8 hours ago
1







































