DSI Masih Punya Aset Rp 450 M, Paguyuban Lender Minta Tak Disita Dulu

1 week ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Penggeledahan penyidik Subdit II Perbankan Dittipideksus Bereskrim Polri di Kantor Dana Syariah Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

PT Dana Syariah Indonesia (DSI), perusahaan yang sedang dilanda masalah hukum terkait gagal bayar, masih memiliki aset bernilai sekitar Rp 450 miliar.

Ketua Paguyuban Lender DSI, Ahmad Pitoyo, mengungkapkan aset tersebut dapat digunakan untuk mengembalikan dana kepada lender. Dia berharap agar aset tersebut tidak segera disita, karena hal itu justru akan memperlambat proses pengembalian dana.

"Karena DSI telah menyampaikan kepada kita, ada aset sebesar Rp 450 miliar. Ini jangan dulu disita, gitu, Pak. Tapi bagikan aja,” ujar Pitoyo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut Pitoyo, aset yang dimiliki DSI bersumber dari berbagai pihak, termasuk dari para borrower yang masih aktif membayar, serta dari lelang aset milik borrower yang macet. Aset ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sebelum penyelesaian hukum lebih lanjut.

“Dengan aset yang Rp 450 miliar sekian itu dengan sumber itu dibagikan dulu, Pak, kepada lender. Jangan dibawa ke persidangan. Nanti asetnya disita, menunggu restitusi,” jelasnya.

Paguyuban Lender, yang kini tercatat memiliki 5.027 anggota dengan total dana yang terinvestasi mencapai hampir Rp 1,45 triliun. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, dalam rapat tersebut menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan.

Misbakhun mengungkapkan Komisi XI bersama dengan OJK sudah melakukan pertemuan dengan pihak terkait dan sepakat untuk tidak segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, seiring dengan berkembangnya situasi, OJK akhirnya melaporkan kasus tersebut, dan kini sedang dalam penyidikan oleh Bareskrim.

Usai penggeledahan oleh subdit II perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri di kantor Dana Syariah Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

“Waktu itu OJK sudah menyepakati sama kita untuk menahan tidak melaporkan dulu. Sekarang sudah dilaporkan sama OJK. Karena Bapak sudah ke semuanya, jadi kita tidak mau juga dianggap bahwa proses hukumnya tidak berjalan,” tutup Misbakhun.

Pada Jumat (23/1) Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor PT Dana Syariah Indonesia (DSI) di kawasan SCBD.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, mengkonfirmasi penggeledahan tersebut.

"Benar sore ini, Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri melakukan kegiatan upaya paksa penggeledahan di kantor Dana Syariah Indonesia (DSI)," kata Ade Safri saat dikonfirmasi, Jumat (23/1).

Pantauan kumparan di lokasi, puluhan penyidik berompi Bareskrim Polri berada di sekitar gedung. Beberapa masuk sambil menenteng sejumlah dokumen. Ade Safri menjelaskan, upaya paksa ini dilakukan berkaitan dengan dugaan serangkaian tindak pidana yang dilakukan oleh pihak PT Dana Syariah Indonesia.

Read Entire Article