Mengenal 'Sumeleh': Seni Ketenangan Hati ala Leluhur Jawa untuk Atasi Stres

1 week ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi suasana alam yang menenangkan hati. (Sumber: Unsplash/hakammagdea)

Di era di mana notifikasi ponsel seolah tak pernah berhenti menjerit, kita generasi modern seringkali terjebak dalam pusaran kecemasan (anxiety) yang tak berkesudahan. Tuntutan untuk selalu produktif, terlihat sukses di media sosial, dan ketakutan akan tertinggal (FOMO) telah menjadi menu sarapan sehari-hari. Akibatnya, banyak dari kita yang mencari "obat" ketenangan jauh ke luar sana, dari mulai staycation mahal hingga terapi meditasi impor.

​Padahal, jika kita mau menengok ke belakang, leluhur kita di Nusantara, khususnya dalam budaya Jawa, telah mewariskan sebuah teknologi batin yang sangat canggih untuk menjaga kewarasan. Teknologi itu bernama: Sumeleh.

​Seringkali, kata "sumeleh" disalahartikan sebagai sikap pasrah yang lemah, menyerah sebelum berperang, atau apatis terhadap keadaan. Padahal, makna sejatinya jauh lebih dalam dan aktif.

​Secara harfiah, sumeleh berasal dari kata dasar seleh yang berarti 'meletakkan'. Dalam konteks spiritual-psikologis, sumeleh berarti seni meletakkan beban hati pada tempat yang seharusnya. Ini adalah sebuah sikap mental di mana seseorang telah berusaha semaksimal mungkin (ikhtiar), lalu dengan sadar melepaskan kemelekatan terhadap hasil akhirnya.

​Falsafah ini mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah di wilayah "usaha". Sementara wilayah "hasil" adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Ketika kita mencoba mengontrol apa yang di luar kendali kita, di situlah stres dan kecemasan lahir.

​Relevansi Sumeleh di Era Digital

​Lantas, apa hubungannya dengan stres digital hari ini? Sangat erat.

​Kita sering stres karena overthinking tentang masa depan yang belum terjadi, atau menyesali masa lalu yang sudah lewat. Kita cemas melihat pencapaian orang lain di Instagram, lalu merasa diri kita kurang.

​Sikap sumeleh adalah antitesis dari semua itu. Ia adalah rem pakem di saat pikiran kita melaju terlalu kencang. Ketika kita mempraktikkan sumeleh, kita sedang berkata pada diri sendiri:

​"Saya sudah melakukan bagian saya hari ini. Selebihnya, saya letakkan beban ini. Biar Semesta yang bekerja."

​Menurunkan Frekuensi Otak

​Secara ilmiah, kondisi sumeleh mirip dengan keadaan mindfulness atau flow. Saat seseorang benar-benar bisa 'meletakkan' bebannya, frekuensi gelombang otaknya cenderung turun dari Beta (kondisi siaga/stres tinggi) menuju Alpha (kondisi rileks/tenang). Di frekuensi inilah kreativitas, ketenangan batin, dan kejernihan berpikir justru muncul.

​Jadi, sumeleh bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan spiritual dan mental. Ini adalah kemampuan untuk tetap tenang di tengah badai, kemampuan untuk berdamai dengan ketidakpastian.

​Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang bising ini, mungkin sudah saatnya kita kembali duduk sejenak, menarik napas, dan belajar ilmu tua ini. Mari 'meletakkan' apa yang tak perlu kita panggul terus-menerus. Karena bahu kita diciptakan bukan untuk menanggung beban dunia, tapi untuk bersujud dan bekerja secukupnya.

Read Entire Article