Jakarta (ANTARA) - Mimpi sering kali menjadi cerminan dari kondisi pikiran dan perasaan seseorang sebelum tidur. Tak jarang, mimpi yang indah membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun, sementara mimpi buruk justru meninggalkan rasa tidak nyaman.
Kabar baiknya, kualitas mimpi dapat dipengaruhi oleh kebiasaan sebelum tidur. Dengan menerapkan beberapa langkah sederhana, tidur tidak hanya menjadi lebih nyenyak, tetapi juga berpeluang menghadirkan mimpi yang menyenangkan dan menenangkan.
Tips agar mendapatkan mimpi yang indah
Mimpi yang menyenangkan tidak muncul begitu saja. Kondisi tubuh dan pikiran sebelum tidur sangat mempengaruhi isi mimpi yang dialami. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa membantu menghadirkan mimpi yang lebih indah saat tidur.
1. Ciptakan suasana rileks sebelum tidur
Luangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum beristirahat, misalnya dengan membaca buku ringan, mendengarkan musik lembut, atau melakukan pernapasan dalam. Pikiran yang tenang dapat memicu mimpi yang lebih positif.
2. Hindari konsumsi kafein dan alkohol di malam hari
Minuman berkafein dan alkohol dapat mengganggu fase tidur, termasuk tidur REM yang berkaitan dengan mimpi. Menghindarinya membantu tidur lebih nyenyak dan mimpi terasa lebih nyaman.
3. Batasi penggunaan gawai sebelum tidur
Cahaya dari layar ponsel atau laptop dapat menghambat produksi melatonin. Sebaiknya hentikan penggunaan gawai setidaknya 30–60 menit sebelum tidur agar otak lebih siap beristirahat.
4. Jaga pikiran tetap positif
Apa yang dipikirkan sebelum tidur sering terbawa ke alam mimpi. Menghindari tontonan atau pembicaraan yang memicu stres dapat membantu menghadirkan mimpi yang lebih menyenangkan.
5. Terapkan pola tidur yang teratur
Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu tubuh memasuki fase tidur secara optimal, termasuk fase REM, sehingga kualitas mimpi pun lebih baik.
6. Lakukan relaksasi ringan atau meditasi
Teknik relaksasi seperti peregangan ringan, yoga, atau meditasi singkat sebelum tidur dapat menurunkan ketegangan dan membuat tidur terasa lebih nyaman.
7. Pastikan kondisi kamar mendukung
Lingkungan tidur yang tenang, pencahayaan redup, serta suhu ruangan yang nyaman dapat membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, sehingga mimpi yang dialami cenderung lebih positif.
8. Rutin melakukan aktivitas fisik
Olahraga yang dilakukan secara teratur terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur. Hasil meta-analisis tahun 2021 menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberi dampak positif pada pola istirahat.
Bahkan, pada individu yang sehat, olahraga dengan intensitas cukup berat yang dilakukan sekitar dua hingga empat jam sebelum tidur umumnya tidak mengganggu waktu istirahat.
9. Mengganti posisi tidur
Bila mimpi buruk kerap mengganggu, mengubah posisi tidur bisa menjadi pilihan sederhana. Sebuah penelitian berskala kecil pada 2004 menemukan bahwa tidur miring ke kiri lebih sering dikaitkan dengan mimpi yang tidak menyenangkan dibandingkan miring ke kanan. Sementara itu, posisi tengkurap cenderung memicu mimpi dengan intensitas emosi yang lebih kuat.
10. Mengelola rasa cemas
Kondisi psikologis turut mempengaruhi isi mimpi. Penelitian pada 2021 terhadap 76 orang dewasa menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kecemasan lebih sering mengalami mimpi buruk serta emosi negatif saat tidur. Pendekatan seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu mengurangi mimpi yang mengganggu.
Baca juga: Mengenal proses terjadinya mimpi hingga cara cegah mimpi buruk
Baca juga: Tidur berkualitas apakah tidak bermimpi? Ini penjelasannya
Baca juga: Kudapan tertentu bisa picu mimpi buruk jika dimakan sebelum tidur
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
7




































