Jakarta (ANTARA) - Bagi banyak wanita, bokong yang besar sering dianggap sebagai bentuk tubuh yang buruk. Namun, di balik soal penampilan, kondisi ini ternyata juga menyimpan berbagai manfaat menarik bagi kesehatan.
Melansir dari berbagai sumber, termasuk Hellosehat dan Cosmopolitan, bokong yang lebih besar mempunyai sejumlah keuntungan bagi wanita. Untuk mengetahui manfaatnya lebih jauh, simak pembahasan berikut ini.
Perlindungan terhadap penyakit kronis
Lemak yang tersimpan di bagian bawah tubuh sering disebut sebagai “lemak pelindung”. Lemak ini berfungsi sebagai penghalang alami terhadap penyakit serius:
1. Risiko diabetes dan jantung lebih rendah
Studi dari University of Oxford dan tinjauan di International Journal of Obesity menemukan hubungan kuat antara lemak gluteofemoral dengan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang lebih kecil. Lemak ini menjebak partikel lemak berbahaya dan menguranginya dalam aliran darah.
2. Profil kolesterol sehat
Wanita dengan bokong yang lebih besar cenderung memiliki kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang lebih tinggi dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang lebih rendah, sehingga menjaga arteri tetap bersih.
3. Lemak baik
Lemak di bokong adalah “lemak kuning” atau “lemak baik”, berbeda dengan “lemak putih” di perut yang dapat menyebabkan peradangan dan tekanan darah tinggi.
Fungsi fisik dan postur tubuh
1. Postur dan tulang belakang
Otot bokong yang kuat dan besar, dapat menjaga keselarasan tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh. Hal ini mengurangi ketegangan dan nyeri pada punggung bawah yang seringkali disebabkan oleh duduk terlalu lama.
2. Stabilitas dan keseimbangan
Otot gluteus yang kuat meningkatkan stabilitas tubuh bagian atas dan keseimbangan, yang secara signifikan mengurangi risiko jatuh.
3. Meredam benturan
Bokong yang berisi berfungsi sebagai bantalan alami yang melindungi tulang panggul dan tulang duduk dari cedera saat terjatuh atau duduk di permukaan keras.
4. Dukungan otot
Otot bokong yang kuat akan melindungi otot hamstring dan mencegah ketegangan di area lain seperti lutut saat bergerak.
Keunggulan selama kehamilan
1. Keseimbangan tubuh
Kelengkungan tulang belakang sekitar 45 derajat di atas bokong, wanita dapat menggeser pusat berat badan ke pinggul saat hamil, mengurangi tekanan berlebih pada tulang belakang dan meminimalisir risiko cedera.
2. Mobilitas
Memiliki bokong yang lebih kuat membantu wanita tetap aktif selama kehamilan dengan menyeimbangkan berat perut yang bertambah, yang dapat membantu mempermudah proses persalinan.
Fungsi kognitif dan hormonal
1. Sumber Omega-3
Lemak di area paha dan bokong menyimpan asam lemak Omega-3 dalam jumlah signifikan. Nutrisi ini krusial untuk perkembangan otak, memori, dan kemampuan kognitif.
2. Anak yang lebih cerdas
Para ilmuwan berhipotesis bahwa cadangan lemak Omega-3 ini digunakan untuk memperkaya ASI. Studi Universitas Oxford mencatat bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan pinggul lebar cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.
3. Regulasi nafsu makan
Lemak ekstra ini mendukung kadar leptin (hormon pengatur berat badan) yang sehat, sehingga Anda dapat mengontrol rasa lapar.
Secara medis, bentuk tubuh dengan bokong yang lebih besar memiliki keuntungan dari segi kesehatan jangka panjang yang optimal.
Kendati demikian, mempertahankan berat badan yang proporsional tetap menjadi prioritas. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai variabel kesehatan lain yang berpotensi memicu timbulnya penyakit dalam tubuh.
Baca juga: Ini cara praktis kecilkan bokong untuk wanita tanpa perlu operasi
Baca juga: Duduk terlalu lama dapat melemahkan otot bokong
Baca juga: RSUD Tulungagung tangani bayi kembar siam dempet bokong
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

15 hours ago
3





































