Jakarta (ANTARA) - Ramadhan merupakan salah satu periode ketika aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung lebih aktif dan dinamis dibandingkan hari-hari biasa.
Sepanjang periode ini, permintaan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan mulai dari bahan pangan pokok, aneka makanan ringan, hingga perlengkapan ibadah.
Kondisi tersebut menjadikan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk membuka sekaligus mengembangkan berbagai peluang usaha.
Dengan kejelian melihat peluang usaha, pemilihan konsep usaha yang tepat, serta perencanaan yang matang, ide usaha pada bulan Ramadhan dapat berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan yang tidak hanya menjanjikan, tetapi juga berkelanjutan.
1. Perlengkapan ibadah
Pada bulan Ramadhan, banyak orang yang semakin gencar beribadah guna berburu pahala berlipat ganda.
Untuk meningkatkan semangat sekaligus menunjang kenyamanan dan kekhusukan selama menjalani ibadah, tidak sedikit orang yang memilih membeli perlengkapan ibadah baru.
Oleh karena itu, berjualan perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, tasbih, sarung, dan gamis pria dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan selama bulan Ramadhan.
2. Pakaian muslim
Masyarakat muslim Indonesia memiliki tradisi membeli pakaian Muslim baru pada bulan Ramadhan baik untuk digunakan saat menjalankan salat tarawih maupun pada perayaan idul fitri.
Setiap tahunnya, tren pakaian Muslim pun berbeda-beda. Maka, bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan atau mengembangkan ide usaha ini, penting untuk selalu mengikuti perkembangan tren, agar produk yang ditawarkan mampu memenuhi permintaan pasar.
3. Kurma
Saat bulan Ramadhan, kurma menjadi buah yang hampir selalu tersedia di setiap rumah umat Muslim. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Rasullullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk berbuka puasa dengan memakan kurma.
Tak heran, apabila permintaan kurma meningkat pada bulan ramadhan sehingga dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Pelaku usaha juga dapat menambahkan inovasi sederhana dengan membuat kurma berisi beragam topping seperti keju dan cokelat sehingga cita rasanya lebih variatif dan mampu menarik minat pelanggan, khususnya kalangan remaja dan anak-anak.
4. Katering menu buka dan sahur
Banyak orang, khususnya mahasiswa dan pekerja, tidak memiliki cukup waktu untuk memasak atau membeli menu buka puasa dan sahur sehingga cenderung membutuhkan makanan yang praktis dan siap santap.
Membuka usaha katering dapat menjadi solusi yang praktis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan menyediakan pilihan menu yang beragam, penetapan harga yang sesuai, serta promosi melalui WhatsApp atau sosial media lainnya, minat pelanggan dapat meningkat sehingga mereka terdorong untuk kembali melakukan pembelian sepanjang bulan Ramadhan.
5. Frozen food
Menjual frozen food selama bulan Ramadhan berpotensi menghasilkan keuntungan yang menjanjikan, karena produk ini menawarkan kepraktisan bagi konsumen yang hanya perlu mengolahnya dengan cara dimasak atau dikukus sebelum disajikan.
Daya tarik utama frozen food terletak pada masa simpannya yang relatif panjang sehingga membuat konsumen dapat menyimpannya lebih lama tanpa khawatir basi.
Hal ini membuat frozen food menjadi pilihan yang lebih praktis dan hemat, karena dapat dibeli dalam jumlah banyak sekaligus dan diolah sesuai kebutuhan.
Sejumlah produk frozen food yang banyak diminati saat bulan Ramadhan antara lain risol isi, pastel, cireng isi, kebab mini, hingga dimsum.
6. Bumbu siap masak
Bumbu siap masak yang dijual dalam bentuk frozen banyak diminati oleh para ibu rumah tangga yang ingin memasak secara praktis sekaligus tetap menghasilkan cita rasa lezat tanpa harus mengolah bumbu dari awal.
Adapun bumbu yang bisa dijual, yakni bumbu merah, putih, dan kuning, serta varian khusus seperti rendang dan opor, yang semakin diminati menjelang lebaran.
Didukung oleh kemasan yang higienis, masa simpan yang panjang, serta penerapan strategi pemasaran online dan sistem pre-order, produk ini berpotensi menghasilkan keuntungan.
7. Hampers dan parcel
Tradisi bulan Ramadhan lainnya adalah mengirim hampers dan parcel sebagai hadiah kepada teman atau keluarga guna mempererat tali silaturahmi.
Oleh karena itu, menjual hampers dan parsel dapat menjadi peluang usaha yang potensial, serta sangat cocok dicoba bagi yang mempunyai hobi berkreasi.
Kuncinya terdapat pada pemilihan isi hampers dan parsel yang menarik, pengemasan yang estetis, serta strategi pemasaran yang tepat seperti promosi online melalui media sosial.
8. Amplop THR
Menjelang Idul Fitri, amplop THR berdesain unik menjadi salah satu produk yang banyak diminati.
Penjual dapat dengan bebas berkreasi untuk menghasilkan tema yang unik, khas, dan berbeda sehingga produk terlihat lebih eksklusif serta memiliki daya tarik tersendiri.
Apabila dipasarkan secara online atau melalui marketplace, amplop THR ini berpotensi menarik minat banyak pembeli dan meningkatkan peluang penjualan.
Baca juga: Lima kiat meningkatkan omzet jualan selama Ramadhan
Baca juga: Mobil Rp100 jutaan untuk berbisnis selama Ramadhan
Baca juga: Omzet bisnis busana muslim naik signifikan
Pewarta: Nadine Laysa Amalia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
5





































