Jakarta (ANTARA) - Layanan buy now, pay later seperti Shopee PayLater semakin banyak digunakan sebagai alternatif pembayaran yang praktis dan fleksibel. Fitur ini menawarkan kemudahan berbelanja tanpa harus membayar secara langsung, sehingga kerap dianggap sebagai solusi saat kebutuhan mendesak muncul.
Namun, di balik kemudahannya, Shopee PayLater tidak selalu cocok untuk semua orang. Ada sejumlah kelebihan yang bisa dimanfaatkan secara optimal, sekaligus risiko yang perlu dipahami sejak awal.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang paling sesuai menggunakan Shopee PayLater, serta mempertimbangkan manfaat dan potensi risikonya agar penggunaannya tetap aman dan bertanggung jawab dalam jangka panjang.
Kelebihan menggunakan Shopee PayLater
1. Dapat digunakan oleh beragam kalangan pengguna
Sistem pembayaran paylater menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan pengguna tetap bertransaksi meskipun belum memiliki dana tunai saat itu. Bahkan, akses kredit tetap terbuka bagi pengguna dengan riwayat kredit yang belum sempurna. Hal ini menjadikan paylater sebagai solusi pembayaran yang lebih inklusif untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.
2. Praktis dan efisien
Dibandingkan dengan layanan pembiayaan lainnya, paylater dikenal memiliki proses yang sederhana, cepat, dan tidak berbelit-belit. Persyaratan yang diajukan umumnya ringan, sehingga pengguna dapat mengaktifkan dan memanfaatkan layanan ini dalam waktu singkat. Tak heran jika paylater sering menjadi pilihan saat kebutuhan mendesak muncul.
3. Menyediakan beragam promo menarik
Selain kemudahan penggunaan, paylater juga kerap dilengkapi dengan berbagai penawaran khusus. Mulai dari potongan harga hingga promo eksklusif yang sering kali hanya berlaku bagi pengguna paylater. Bahkan, banyak penjual memberikan keuntungan tambahan bagi pembeli yang memilih metode pembayaran ini.
4. Pilihan cicilan yang fleksibel
Layanan seperti SPayLater menyediakan berbagai opsi tenor cicilan, mulai dari jangka pendek hingga panjang, misalnya satu bulan hingga dua belas bulan. Pengguna dapat menyesuaikan jangka waktu pelunasan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial masing-masing.
5. Membantu mengatur arus keuangan
Dengan adanya opsi pembayaran tertunda, pengguna dapat mengelola arus kas bulanan dengan lebih terencana, terutama ketika pengeluaran rutin sedang meningkat. Paylater memungkinkan pengaturan prioritas pembayaran tanpa harus mengorbankan kebutuhan lainnya.
6. Solusi saat kebutuhan mendesak
salah satu keunggulan utama paylater adalah kemampuannya membantu pengguna memenuhi kebutuhan mendadak, khususnya di kondisi keuangan yang sedang terbatas, seperti saat menjelang akhir bulan atau sebelum menerima gaji. Dengan demikian, kebutuhan penting tetap dapat dipenuhi meskipun dana belum tersedia.
7. Mendukung pembentukan skor kredit
Kedisiplinan dalam membayar tagihan paylater sesuai jatuh tempo dapat memberikan dampak positif terhadap skor kredit. Riwayat pembayaran yang baik akan membantu meningkatkan kepercayaan penyedia layanan keuangan di masa mendatang.
Kekurangan Shopee PayLater
Kemudahan yang ditawarkan Shopee PayLater tidak lepas dari sejumlah risiko yang perlu dipahami sejak awal. Tanpa pengelolaan yang tepat, layanan ini justru dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi keuangan pengguna.
1. Mendorong konsumsi berlebihan
Kemudahan sistem bayar nanti dapat memicu perilaku belanja impulsif. Pengguna cenderung lebih mudah tergoda oleh promo, diskon, dan penawaran menarik, meskipun barang yang dibeli sebenarnya tidak termasuk kebutuhan utama.
2. Risiko terbentuknya kebiasaan berutang
Penggunaan paylater secara berulang dapat membuat pengguna terbiasa berutang. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik, kebiasaan ini berpotensi mempengaruhi stabilitas kondisi finansial dalam jangka panjang.
3. Denda dan bunga keterlambatan
Apabila terjadi keterlambatan pembayaran, pengguna akan dikenakan denda dan bunga yang besarnya dapat mencapai sekitar 5 persen dari total tagihan per bulan. Biaya tambahan ini bisa menjadi beban, terutama jika pembayaran sering melewati jatuh tempo.
4. Pengelolaan keuangan menjadi terganggu
Adanya cicilan tiap bulan, dapat mengganggu perencanaan keuangan pribadi. Dalam beberapa kasus, dana yang seharusnya dialokasikan untuk membayar cicilan justru terpakai untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, sehingga menimbulkan tunggakan.
5. Munculnya biaya tambahan yang kurang disadari
Tanpa disadari, penggunaan paylater dapat disertai berbagai biaya tambahan, seperti biaya layanan, biaya cicilan, atau biaya lain yang berlaku. Akumulasi biaya tersebut dapat membuat total tagihan menjadi lebih besar dari perkiraan awal.
6. Limit kredit awal relatif terbatas
Bagi pengguna baru, limit kredit yang diberikan umumnya masih rendah dan sangat bergantung pada riwayat transaksi serta pola penggunaan di platform Shopee. Hal ini membuat fleksibilitas penggunaan paylater menjadi terbatas di tahap awal.
7. Risiko penumpukan utang
Jika paylater digunakan tanpa perhitungan matang, tagihan dapat menumpuk dari bulan ke bulan. Kondisi ini berisiko menyebabkan kesulitan finansial, terutama apabila kemampuan bayar tidak sebanding dengan total kewajiban.
Jadi menggunakan paylater lebih cocok untuk siapa?
PayLater pada dasarnya lebih cocok digunakan oleh pengguna yang sudah memiliki kesadaran finansial dan mampu mengontrol pola belanja. Layanan ini ideal bagi mereka yang terbiasa mengatur anggaran, memahami batas kemampuan bayar, serta disiplin dalam memenuhi kewajiban tepat waktu. Dengan pengelolaan yang baik, paylater dapat menjadi alat bantu pembayaran tanpa menimbulkan beban di kemudian hari.
Selain itu, Shopee PayLater relatif aman dimanfaatkan oleh pengguna dengan penghasilan tetap. Pendapatan yang stabil memudahkan perencanaan pembayaran cicilan setiap bulan sehingga tidak mengganggu kebutuhan utama.
Dalam kondisi tertentu, fitur ini juga bisa menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti pembelian barang yang menunjang aktivitas kerja atau kebutuhan rumah tangga penting, selama pengguna yakin mampu melunasi tagihannya.
Baca juga: Agar tidak rugi, kenali alasan retur barang di Shopee
Baca juga: Jangan anggap sepele, ini dampak telat bayar Shopee PayLater
Baca juga: Panduan Shopee PayLater: tips aman, cara aktifkan hingga bayar tagihan
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

15 hours ago
3





































