Jakarta (ANTARA) - Lavender dikenal dengan nama ilmiah Lavandula officinalis. Tanaman ini berasal dari wilayah Perancis dan saat ini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara, seperti India, kawasan Arab, Eropa bagian selatan, Afrika, hingga Kepulauan Canaria.
Ciri khas lavender terletak pada aromanya yang segar menyerupai mint, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Selain itu, lavender juga sering digunakan sebagai tanaman pengusir nyamuk alami. Jenis bunga lavender pun cukup beragam, dan masing-masing memiliki karakteristik serta manfaat yang berbeda-beda sesuai kegunaannya.
Lalu, apa saja jenis bunga lavender beserta khasiat yang dapat dimanfaatkan? Berikut beberapa ragam lavender yang perlu diketahui.
Ragam jenis lavender dan khasiatnya
1. Lavender putih
Jenis lavender ini dikenal dengan nama ilmiah Salvia apiana dan berasal dari wilayah Amerika. Tanamannya dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 1,3–1,5 meter, dengan daun berwarna hijau keabu-abuan. Saat daunnya digosok, akan tercium aroma khas yang cukup kuat.
Manfaat lavender putih terutama terdapat pada bagian akarnya, yang kerap diolah menjadi teh untuk membantu proses pemulihan setelah melahirkan. Selain itu, tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai pemberi aroma alami pada berbagai makanan, seperti bubur, biskuit, hingga gula.
2. Lavender Spanyol
Lavender Spanyol memiliki nama Latin Lavandula stoechas dan banyak tumbuh di wilayah Spanyol. Tanaman ini memiliki aroma yang cukup tajam sehingga sering dimanfaatkan sebagai pengusir serangga alami. Bunganya juga kerap digunakan sebagai bahan tradisional untuk membantu meredakan keluhan seperti sakit kepala, flu, dan rasa mual.
3. Lavender wol
Jenis lavender ini dikenal dengan nama ilmiah Lavandula lanata dan berasal dari wilayah Spanyol bagian selatan. Ciri utamanya terletak pada adanya bulu-bulu halus yang menyelimuti batang hingga bagian bunganya. Lapisan bulu tersebut menghasilkan aroma kuat yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari serangga.
4. Lavender sage
Lavender sage atau Salvia officinalis berasal dari kawasan Mediterania dan dikenal memiliki banyak khasiat, terutama pada bagian daunnya. Daun lavender sage dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Di Eropa, tanaman ini juga sering digunakan sebagai bumbu masakan karena kandungan minyak esensialnya yang cukup tinggi.
5. Lavender Mesir
Lavender Mesir memiliki ciri batang berwarna abu-abu dengan permukaan yang berbulu. Tanaman ini dikenal dengan nama Lavandula multifida dan berasal dari kawasan Mediterania bagian selatan. Umumnya, lavender Mesir dimanfaatkan sebagai tanaman hias sekaligus bahan obat herbal tradisional.
6. Lavender Prancis
Jenis lavender ini memiliki nama Latin Lavandula dentata dan terkenal dengan aromanya yang efektif untuk mengusir nyamuk. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania, Kepulauan Atlantik, serta Semenanjung Arab.
Selain dijadikan tanaman hias, lavender Perancis juga sering diolah menjadi minyak esensial. Bahkan, di beberapa daerah seperti Murcia, tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi sakit perut.
Berbagai jenis bunga lavender tidak hanya menawarkan keindahan visual dan aroma yang menenangkan, tetapi juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami karakteristik serta khasiat dari masing-masing jenis lavender, tanaman ini dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, baik sebagai tanaman hias, bahan herbal, maupun sumber minyak esensial alami yang bernilai tinggi.
Baca juga: Dampak psikologis dan alasan di balik fenomena “lavender marriage”
Baca juga: Empat pilihan minyak esensial untuk pulihkan stamina
Baca juga: Peneliti konfirmasi aroma lavender bisa atasi kecemasan
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
6



































