Jakarta (ANTARA) - Alergi udang sering kali menimbulkan pertanyaan besar bagi penderitanya, terutama soal kemungkinan sembuh secara total. Tidak sedikit orang yang berharap alergi ini bisa hilang seiring waktu, sehingga mereka dapat kembali mengonsumsi udang tanpa rasa khawatir.
Namun, fakta medis menunjukkan bahwa alergi udang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan alergi makanan lainnya. Untuk memahami apakah alergi udang bisa benar-benar sembuh atau justru bersifat jangka panjang, simak ulasannya berikut ini, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Apakah alergi udang bisa hilang dan sembuh total? Ini faktanya
Alergi adalah respons tubuh ketika sistem kekebalan bereaksi terhadap zat tertentu yang dianggap berbahaya. Padahal, pada kebanyakan orang, zat pemicu alergi tersebut sebenarnya tidak menimbulkan masalah.
Namun pada sebagian individu, sistem imun menjadi terlalu sensitif sehingga memunculkan berbagai reaksi alergi. Hingga kini, penyebab pasti alergi belum sepenuhnya diketahui, meski faktor keturunan atau riwayat alergi dalam keluarga diduga berperan.
Salah satu pemicu alergi yang cukup umum adalah makanan laut atau seafood. Pada orang yang sensitif, konsumsi seafood dapat memicu reaksi seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, hingga pembengkakan. Secara umum, faktanya alergi termasuk alergi seafood cenderung tidak dapat sembuh sepenuhnya.
Cara terbaik untuk mengendalikan kondisi ini adalah dengan menghindari pemicunya. Meski demikian, pada beberapa kasus tertentu, ada upaya penyesuaian atau paparan bertahap yang dilakukan dengan pengawasan ketat tenaga medis dan harus dilakukan secara sangat hati-hati.
Apabila keluhan alergi dirasakan semakin berat atau sering kambuh, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter, khususnya dokter penyakit dalam, guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Pengobatan alergi udang
Hingga kini, belum tersedia pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan alergi, termasuk alergi udang. Langkah paling efektif yang bisa dilakukan adalah menghindari konsumsi udang beserta berbagai produk makanan yang menggunakan bahan dasar atau olahan udang.
Meski tidak dapat disembuhkan, gejala alergi yang muncul tetap bisa dikendalikan dengan obat-obatan tertentu. Untuk reaksi alergi ringan, seperti gatal atau ruam pada kulit, antihistamin umumnya digunakan untuk membantu meredakan keluhan.
Sementara itu, pada kondisi alergi berat atau anafilaksis, penanganan darurat dilakukan dengan suntikan adrenalin atau epinefrin, seperti Auvi-Q atau EpiPen. Mengelola alergi udang memang bukan hal yang mudah, terutama karena udang sering menjadi bahan dalam berbagai menu makanan.
Namun, menghindari makanan atau produk yang mengandung udang tetap menjadi cara paling aman untuk mencegah munculnya reaksi alergi yang berisiko. Oleh karena itu, penting untuk selalu teliti sebelum membeli atau memesan makanan dengan memastikan tidak ada kandungan udang di dalamnya. Selain itu, membawa obat alergi ke mana pun bepergian juga sangat dianjurkan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi paparan yang tidak disengaja.
Baca juga: Gejala alergi udang, dari reaksi ringan hingga butuh penanganan serius
Baca juga: Studi: Alergi-eksim dapat pengaruhi pemulihan pascaoperasi
Baca juga: Ini dampak buruk konsumsi gluten dan dairy bagi penderita alergi
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
4




































