Jakarta (ANTARA) - Penyakit autoimun kerap muncul tanpa disadari dan berkembang secara perlahan, hingga akhirnya menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab penyakit autoimun?
Hingga kini, dunia medis belum dapat menunjuk satu faktor tunggal sebagai pemicu-nya. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari genetik, lingkungan, hingga pengaruh gaya hidup.
Menariknya, penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja dan mempengaruhi beragam organ tubuh, tergantung jenis penyakit autoimun yang dialami. Memahami faktor-faktor penyebab penyakit autoimun menjadi langkah penting agar masyarakat lebih waspada, mengenali risikonya sejak dini, serta melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat sebelum kondisi berkembang lebih serius.
Berikut ini adalah faktor penyebab penyakit autoimun, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Baca juga: Tiga ilmuwan raih Nobel Kedokteran berkat temuan terkait sistem imun
Baca juga: Perawatan lupus pada usia lanjut dengan pengentalan darah
Faktor risiko penyakit autoimun
Hingga kini, para pakar medis masih belum dapat memastikan penyebab utama terjadinya penyakit autoimun. Meski begitu, ada sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh ini. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Faktor genetik atau keturunan
Riwayat penyakit autoimun dalam keluarga menjadi salah satu risiko terbesar. Faktor genetik dapat mempengaruhi cara kerja sistem imun, meskipun keberadaan-nya tidak selalu menjadi satu-satunya pemicu munculnya penyakit autoimun.
2. Perubahan hormon
Perubahan keseimbangan hormon juga diduga berperan dalam timbulnya penyakit autoimun. Kondisi ini sering ditemukan pada perempuan, misalnya setelah melahirkan.
Situasi seperti kehamilan, persalinan, hingga masa menopause kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan autoimun, sehingga memunculkan dugaan adanya hubungan antara fluktuasi hormon dan penyakit ini.
3. Infeksi tertentu
Penyakit autoimun kerap menunjukkan gejala yang menyerupai infeksi. Hal tersebut tergolong wajar, karena infeksi bakteri atau virus tertentu dapat memperburuk kondisi autoimun atau bahkan memicu respons sistem imun yang tidak normal.
Salah satu contohnya adalah infeksi virus Epstein-Barr, yang dipercaya dapat mengubah respons sistem imun sehingga berpotensi menyerang sel tubuh sendiri.
Baca juga: Gejala yang patut dicurigai sebagai lupus
4.Faktor lingkungan
Selain faktor keturunan, lingkungan juga memiliki peran penting. Paparan sinar matahari berlebihan, zat kimia berbahaya, asap rokok, serta infeksi bakteri dan virus tertentu dipercaya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit autoimun.
5. Jenis kelamin
Data menunjukkan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah perempuan. Secara umum, wanita memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pria, yang diduga dipengaruhi oleh perbedaan hormon, faktor genetik, serta karakteristik sistem kekebalan tubuh.
6. Paparan bahan kimia berbahaya
Kontak dengan zat kimia tertentu, seperti asbes, merkuri, dioksin, serta pestisida, disebut dapat mempengaruhi keseimbangan sistem imun dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit autoimun.
7. Kebiasaan merokok
Merokok diketahui berdampak buruk pada sistem pertahanan tubuh. Kebiasaan ini dapat melemahkan fungsi imun dan memperbesar risiko munculnya berbagai penyakit, termasuk gangguan autoimun.
8. Berat badan berlebih atau obesitas
Kondisi kelebihan berat badan berkaitan dengan peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang. Peradangan tersebut dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh dan menjadi salah satu pemicu penyakit autoimun.
Baca juga: Makanan yang harus dihindari dan dianjurkan untuk gangguan autoimun
Baca juga: Jenis-jenis penyakit autoimun yang perlu dikenali sejak dini
Baca juga: Mengenal penyakit autoimun: Pengertian, bahaya, dan gejala awalnya
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
5



































