Jakarta (ANTARA) - Anemia bukan hanya soal tubuh yang mudah lelah atau terlihat pucat. Jika tidak dicegah dan ditangani sejak dini, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup hingga mengganggu fungsi organ tubuh.
Kabar baiknya, anemia dapat dicegah dan diatasi dengan langkah yang tepat, mulai dari perbaikan pola makan, perubahan gaya hidup, hingga pengobatan sesuai penyebabnya.
Memahami cara pencegahan, langkah penanganan awal, serta pilihan pengobatan anemia menjadi kunci penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Berikut ini sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah, menangani, sekaligus mengobati anemia, berdasarkan rangkuman informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.
Cara mencegah anemia
Beberapa jenis anemia, seperti anemia pada kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Fokus utamanya adalah mencukupi kebutuhan nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain:
• Sumber zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran hijau tua, roti, serta berbagai jenis buah
• Makanan tinggi vitamin B12, misalnya susu dan produk olahannya, serta bahan pangan berbasis kedelai seperti tempe dan tahu
• Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, melon, tomat, dan stroberi, yang membantu penyerapan zat besi
Selain melalui makanan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat dicegah dengan konsumsi suplemen zat besi secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Langkah pencegahan lain yang tak kalah penting meliputi pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemenuhan kebutuhan zat besi selama masa kehamilan, serta menjaga berat badan ideal disertai aktivitas fisik yang teratur.
Cara mengatasi dan pilihan pengobatan anemia
Penanganan anemia disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan.
1. Meningkatkan asupan zat besi
Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Konsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging merah, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, dapat membantu meningkatkan kadarnya dalam tubuh. Bila asupan dari makanan belum mencukupi, dokter dapat merekomendasikan suplemen zat besi.
2. Memenuhi kebutuhan vitamin B12
Vitamin B12 dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Nutrisi ini banyak ditemukan dalam daging, ikan, dan produk susu. Pada kondisi kekurangan berat, dokter mungkin menyarankan penggunaan suplemen atau pemberian vitamin B12 melalui suntikan.
3. Mengonsumsi asam folat
Asam folat berperan dalam pertumbuhan sel dan pembentukan DNA. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Sumber asam folat antara lain sayuran hijau, buah-buahan, serta biji-bijian. Jika kebutuhan tidak terpenuhi dari makanan, suplemen dapat menjadi pilihan sesuai anjuran dokter.
4. Transfusi darah
Pada kondisi anemia yang berat dan berpotensi mengancam nyawa, transfusi darah dapat menjadi langkah penanganan. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan darah sehat dari pendonor ke dalam tubuh pasien.
5. Terapi obat-obatan
Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat untuk merangsang produksi sel darah merah. Contohnya adalah hormon eritropoietin. Selain itu, obat seperti antibiotik atau kortikosteroid dapat diberikan untuk mengatasi infeksi atau peradangan yang menjadi penyebab anemia.
Baca juga: Anemia bukan sekadar kurang darah, ini penyebab dan faktor risikonya
Baca juga: Mengenal anemia dan gejalanya dari ringan hingga berat
Baca juga: Cara alami cegah anemia dengan makanan penambah darah
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
9




































