Jakarta (ANTARA) - Setelah menjalani aktivitas padat seharian, tubuh kerap terasa pegal dan lelah. Tak sedikit orang memilih pijat sebagai cara untuk mengembalikan kebugaran. Salah satu jenis pijat yang cukup populer adalah pijat refleksi.
Pijat refleksi dikenal sebagai metode terapi alternatif yang dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan fungsi organ tubuh. Terapi ini pun sudah lama digunakan dan masih diminati hingga kini.
Apa itu pijat refleksi?
Pijat refleksi merupakan terapi tradisional yang berasal dari Tiongkok. Teknik ini dilakukan dengan memberi tekanan pada titik-titik saraf tertentu, terutama di kaki, tangan, dan telinga. Titik-titik tersebut diyakini terhubung langsung dengan organ-organ di dalam tubuh.
Karena fokus pada titik saraf khusus, pijat refleksi membutuhkan keahlian tersendiri dan berbeda dari pijat biasa. Tujuannya adalah untuk merangsang sistem saraf agar tubuh dapat mempercepat proses pemulihan secara alami.
Meski memiliki banyak manfaat, pijat refleksi merupakan terapi pendukung, bukan pengganti pengobatan medis. Sehingga, jika mengalami masalah kesehatan yang lebih serius, pasien tetap perlu berkonsultasi dengan dokter.
Dalam praktiknya, terapis biasanya menggunakan ibu jari atau jari lainnya untuk menekan titik saraf, atau terkadang alat bantu seperti batu juga digunakan untuk hasil yang lebih optimal.
Mengutip berbagai sumber kesehatan, manfaat pijat refleksi antara lain sebagai berikut:
1. Membantu tubuh lebih rileks
Tekanan pada titik saraf tangan dan kaki dapat meredakan ketegangan, kecemasan, dan kelelahan. Efek relaksasi ini juga bermanfaat bagi ibu hamil yang sering merasa cepat lelah.
2. Meningkatkan kualitas tidur
Tubuh yang lebih rileks membuat tidur jadi lebih nyenyak. Tidur yang berkualitas pun berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis.
3. Meredakan sakit kepala
Pijat refleksi bisa membantu mengatasi pusing dan migrain akibat stres. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa terapi ini efektif mengurangi keluhan sakit kepala pada sebagian pasien.
4. Mendukung pemulihan pasien stroke
Sebagai terapi tambahan, pijat refleksi dapat membantu merangsang kembali kemampuan gerak dan bicara pasien stroke selama masa pemulihan medis.
5. Membantu mengatasi sembelit
Pijat refleksi dapat melancarkan sirkulasi darah dan merangsang sistem pencernaan, sehingga efektif membantu mengatasi konstipasi pada anak maupun orang dewasa.
6. Melancarkan peredaran darah
Teknik pijatan tertentu terbukti dapat meningkatkan aliran darah, membantu pembuluh darah bekerja lebih optimal, serta menjaga kesehatan otot dan jaringan tubuh.
7. Menurunkan stres dan kecemasan
Terapi ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang berperan menenangkan tubuh. Sirkulasi darah yang lebih lancar juga dapat memperbaiki suasana hati secara alami.
8. Mengurangi gejala multiple sclerosis
Pijat refleksi dapat membantu meredakan nyeri, kelelahan, dan stres pada pengidap multiple sclerosis dengan menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh.
9. Membantu mengurangi efek samping kanker
Pada pasien kanker, pijat refleksi dapat membantu meredakan nyeri dan mual setelah kemoterapi. Namun, terapi ini tetap bersifat pendukung, bukan pengganti pengobatan dokter.
10. Meredakan rasa nyeri
Telapak kaki memiliki ribuan ujung saraf yang terhubung dengan sistem saraf pusat. Stimulasi pada area ini dapat membantu mengurangi nyeri, termasuk nyeri pasca melahirkan dan gejala PMS.
11. Mendukung penderita diabetes tipe 2
Pijat refleksi yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengontrol kadar gula darah, terutama jika dibarengi pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur.
12. Membantu proses detoksifikasi
Terapi ini juga dapat membantu meningkatkan fungsi sistem kemih, sehingga pembuangan racun dari dalam tubuh berjalan lebih optimal.
13. Mempercepat pemulihan tubuh
Peningkatan aktivitas saraf, aliran darah, dan metabolisme selama pijat refleksi juga dapat membantu tubuh mempercepat proses penyembuhan.
14. Mendukung kesehatan pernapasan
Stimulasi titik refleksi tertentu dapat membantu memperbaiki kualitas napas, mengurangi sesak, dan membantu meredakan gejala asma.
15. Meningkatkan fleksibilitas dan gerak tubuh
Pijat refleksi membantu menjaga kelenturan otot dan sendi, sehingga bermanfaat untuk pemulihan cedera maupun menjaga mobilitas tubuh.
Sebelumnya, pijat refleksi tidak disarankan bagi orang dengan kondisi tertentu, seperti gangguan peredaran darah di kaki, luka terbuka, cedera tangan atau kaki, cantengan, kapalan parah, demam, diare, serta gangguan trombosit atau tiroid.
Agar aman dan hasilnya maksimal, pastikan memilih terapi yang dilakukan oleh terapis berlisensi. Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani pijat refleksi.
Baca juga: Butet masih pelajari bisnis penukaran mata uang
Baca juga: Pijat refleksi diminati jelang libur Lebaran berakhir
Baca juga: Firli jelaskan usaha pijat refleksi milik sang istri
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 days ago
20






































