Moskow (ANTARA) - Rusia menyebut pembatasan terbaru Amerika Serikat terhadap Kuba sebagai upaya "pencekikan ekonomi" dan mengecam keras langkah tersebut, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Sabtu (31/1).
Rusia menilai status darurat yang juga diumumkan AS sebagai bentuk strategi untuk menekan negara lain, kata Zakharova.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan tarif impor terhadap negara pemasok minyak ke Kuba, sekaligus menetapkan status darurat nasional.
Trump menyatakan kebijakan itu diambil demi melindungi keamanan nasional AS dari ancaman yang disebut-sebut berasal dari Kuba.
Zakharova menegaskan kebijakan AS itu merupakan bentuk kekambuhan strategi "tekanan maksimum" untuk mencekik perekonomian Kuba. Menurutnya, sanksi sepihak tersebut tidak dapat diterima karena melanggar Piagam PBB dan kedaulatan negara merdeka.
"Kami mengutuk keras langkah pelarangan secara tidak sah terhadap Havana serta tekanan kepada pemimpin dan rakyat Kuba," kata dia dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan kerja sama Rusia dan Kuba tidak ditujukan terhadap negara ketiga, dan Moskow akan terus mengembangkannya demi kepentingan kedua negara serta bagi keamanan dan stabilitas internasional.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kuba tak akan lepas kedaulatan meski AS tekan ekonomi
Baca juga: Venezuela kecam upaya AS hentikan perdagangannya dengan Kuba
Penerjemah: Katriana
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 days ago
5






































