Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Nelayan dan Pariwisata Terdampak

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Karung goni berisi limbah minyak hitam terdampar di kawasan Pantai Trikora, Kabupaten Bintan, Kepri, Selasa (3/2/2026). Foto: Ogen/ANTARA

Pencemaran limbah minyak di perairan sekitar laut di Bintan dinilai mengganggu aktivitas pariwisata dan nelayan.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Syukur Harianto, mengatakan dalam beberapa hari terakhir, ratusan kantong minyak hitam menggunakan karung goni terdampar di kawasan pesisir pantai dan perairan laut di Bintan, meliputi Kawal, Teluk Bakau, Malang Rapat, Trikora hingga Ujung Berakit.

"Kondisi ini dapat memicu alat tangkap nelayan dikotori minyak hitam dan hasil tangkapan ikan tercemar zat kimia. Dampaknya, ikan yang dikonsumsi warga bisa menyebabkan stunting hingga gizi buruk," kata Harianto, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, cairan minyak hitam juga kata Harianto, mengganggu objek wisata di sepanjang garis pantai timur Bintan yang selama ini kerap dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.

Sejumlah wisatawan bermain air di Pantai Teluk Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (1/11/2020). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Kondisi itu pula berpotensi membuat wisatawan enggan datang ke Bintan, apalagi bermain di area pantai, karena khawatir terkena cairan limbah tersebut.

"Otomatis, hotel dan resort di Bintan terancam sepi pengunjung," ujarnya.

Oleh karenanya, Harianto berharap pemerintah bersama stakeholder terkait segera mencari solusi menangani dampak minyak hitam. Minimal ada gerakan bersama pembersihan di laut dan pantai.

Selain itu, KNTI pun meminta pemerintah mampu menjawab permasalahan cemaran minyak hitam yang terus berulang kali terjadi di setiap tahunnya, tanpa ada solusi konkret terkait penanganan lebih lanjut.

"Kami harap, pihak berwenang mencari sekaligus menindak tegas pelaku pembuangan minyak hitam di perairan Bintan," ujar Harianto.

Limbah dari Sisa Pembakaran Kapal

Sejumlah petugas patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) membersihkan tepi pantai dari limbah minyak hitam di Pantai Melayu, Batu Besar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/3/2023). Foto: Teguh Prihatna/Antara Foto

KNTI menduga minyak hitam itu bersumber dari limbah sisa pembakaran kapal, baik oli maupun solar.

Kapal-kapal tersebut melintasi perairan Indonesia dan diduga sengaja memasukkan limbah minyak ke dalam karung goni, lalu dibuang ke laut hingga dibawa arus menuju perairan Bintan. Modus yang sama terjadi selama belasan tahun.

KNTI turut mendorong pihak berwenang meningkatkan patroli laut, guna mencegah tindakan pembuangan limbah minyak kapal sembarangan atau ilegal di perairan Indonesia, terutama wilayah Bintan.

Terpisah, Plt. Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas ll Tanjung Uban Alfaizul, mengaku siap mengerahkan personel guna membantu pembersihan karung minyak hitam secara serentak di perairan Bintan, pada Rabu (4/2).

"Hari ini, ada rapat bersama lintas sektor termasuk Kementerian LHK. Sudah disepakati bersama tindakan penanggulangan minyak hitam tersebut," katanya.

Ia turut menyampaikan kendala yang dihadapi PLP Tanjung Uban dalam hal patroli pengawasan rutin terhadap aktivitas kapal-kapal yang melintasi perairan Indonesia.

Menurutnya, kapal-kapal itu diduga sengaja memanfaatkan momentum musim angin utara untuk membuang limbah minyak sembarangan di laut.

"Saat ini tinggi gelombang capai tiga meter, kapal pengawasan PLP sulit menembus zona itu. Makanya, kita butuh armada yang lebih memadai untuk patroli di segala kondisi cuaca," ucap Alfaizul.

Read Entire Article