Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta semua pihak untuk bekerja sebaik-baiknya, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan memerangi praktik korupsi selama masih memegang jabatan, khususnya di pemerintahan.
Dalam Pesan Tahun Baru 2026 yang disampaikan di Putrajaya, Malaysia, Senin, Anwar Ibrahim menekankan kepada jajaran agar tidak mengeluh setelah kehilangan jabatan atau kekuasaan.
“Ketika kita pensiun, tidak lagi bekerja, lalu mengeluh setiap hari. Kalau ditanya, apa yang Anda lakukan untuk mengangkat posisi orang Melayu, Bumiputera, atau membersihkan pemerintahan? (Seharusnya) ketika Anda berkuasa,” kata Anwar.
“Lakukan islah mastata’tu (upaya memperbaiki) saat kita berkuasa, bukan mengeluh dan merengek setelah kehilangan kekuasaan,” imbuhnya.
Ia menegaskan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh selama masih memegang jabatan publik, termasuk membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi.
Baca juga: PM Anwar Ibrahim laporkan upaya pemberantasan korupsi ke Raja Malaysia
“Ketika Anda adalah kepala departemen, direktur jenderal, KPPA (Ketua Pengarah Perkhidmatan Awam), atau KSN (Ketua Setiausaha Negara), maupun kepala unit atau pejabat yang bertanggung jawab, serta rekan-rekan saya di kementerian, saat itulah kita harus melakukan yang terbaik untuk membersihkan negara ini dari korupsi dan budaya korupsi busuk yang masih menyebar di seluruh jajaran pemerintahan,” katanya.
Lebih jauh, Anwar menyampaikan bahwa Malaysia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Melayu dan Muslim, namun juga memiliki keragaman ras dan agama.
Karena keragaman bukan hal baru, Anwar menegaskan seluruh pihak di Malaysia tidak boleh terpengaruh oleh tekanan kelompok tertentu.
Ia juga menolak klaim yang menyebut Islam terpinggirkan di Malaysia, karena semua pihak mengetahui bahwa Islam merupakan agama federasi, dan Malaysia terikat oleh prinsip-prinsip konstitusional terkait peran agama, bahasa, budaya, serta prinsip Bumiputera.
Baca juga: Pengadilan Malaysia vonis Najib Razak 15 tahun penjara kasus 1MDB
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
10



































