Penyintas pembantaian Nanjing wafat, tersisa 23 orang saksi hidup

3 days ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Nanjing (ANTARA) - Pan Qiaoying, seorang wanita penyintas Pembantaian Nanjing, wafat pada Kamis (1/1) pada usia 95 tahun, seperti diumumkan oleh Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang pada Jumat (2/1).

Dengan wafatnya Pan, jumlah penyintas yang masih hidup dan terdaftar dari kekejaman tersebut kini tersisa 23 orang, kata balai peringatan itu yang terletak di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur.

Pembantaian Nanjing merujuk pada periode sejarah yang dimulai ketika pasukan Jepang merebut ibu kota China kala itu, pada 13 Desember 1937.

Dalam kurun waktu enam pekan, mereka membunuh sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata China dalam salah satu episode paling kejam dalam Perang Dunia II.

Pan baru berusia enam tahun pada 1937 ketika pasukan Jepang memasuki Nanjing. Bersembunyi di dalam tungku dapur, dia menyaksikan tentara Jepang menikam kakek, ayah, dan sepupunya hingga tewas dengan bayonet.

Beberapa penyintas yang terdaftar telah meninggal dalam beberapa tahun terakhir, sehingga jumlah orang yang dapat berbagi kesaksian langsung tentang pembantaian tersebut terus menurun.

Pada 2014, badan legislatif tertinggi China menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional bagi korban Pembantaian Nanjing. Pemerintah China juga telah menyimpan kesaksian para penyintas, yang direkam baik dalam bentuk transkrip tertulis maupun video.

Berbagai dokumen tentang pembantaian tersebut juga telah dicantumkan oleh UNESCO dalam Daftar Memori Dunia (Memory of the World Register) pada 2015.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article