Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mengawali kerja tahun 2026 dengan memfasilitasi dan mendampingi pemulangan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang menderita sakit kanker, ke daerah asal di Yogyakarta.
Pemulangan yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026 ini dilakukan terhadap PMI atas nama Wulandari (40), asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
KJRI Johor Bahru dalam keterangan yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Jumat, menyatakan yang bersangkutan diketahui menderita kanker payudara stadium 4 serta mengalami patah tulang paha akibat terjatuh di tempat kerja.
Mengingat kondisi kesehatan yang mendesak, KJRI Johor Bahru melakukan pendampingan agar Wulandari dapat segera mendapatkan perawatan medis lanjutan di tanah air.
Proses repatriasi ini, dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor menuju Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau, dan dilanjutkan dengan penerbangan menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Selama perjalanan, PMI tersebut didampingi langsung oleh staf KJRI Johor Bahru untuk memastikan kelancaran dan keselamatan hingga tiba di tanah air.
Upaya pemulangan ini merupakan wujud tanggung jawab negara dalam memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2017.
Dalam pelaksanaannya, KJRI Johor Bahru bersinergi erat dengan berbagai instansi terkait di pusat dan daerah, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian P2MI, serta Pemerintah Provinsi DIY, guna memastikan penanganan terintegrasi hingga PMI diterima oleh pihak keluarga dan mendapatkan perawatan yang memadai.
KJRI Johor Bahru menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pelindungan WNI di wilayah kerjanya sebagai agenda utama pada tahun 2026 ini.
Baca juga: BP3MI Kepri-KJRI fasilitasi pemulangan 258 PMI deportasi dari Malaysia
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

14 hours ago
1





































