PERHAPI Ingatkan Status Kontrak Karya PT Agincourt Tak Bisa Dicabut Sepihak

3 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengingatkan status PT Agincourt Resources sebagai pemegang Kontrak Karya (KK) tidak dapat dihentikan melalui mekanisme pencabutan izin secara sepihak. Peringatan ini disampaikan menyusul mencuatnya wacana pengambilalihan tambang emas Martabe oleh pemerintah.

Ketua Umum PERHAPI Sudirman Widhy Hartono menilai berbagai informasi yang beredar di ruang publik berpotensi menimbulkan salah tafsir, terutama terkait kedudukan hukum PT Agincourt Resources yang bukan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Status PT Agincourt Resources merupakan pemegang Kontrak Karya, bukan IUP, sehingga penghentiannya tidak bisa disamakan dengan pencabutan izin usaha,” kata Sudirman dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Ahad (1/2/2026).

Ia menjelaskan penghentian Kontrak Karya hanya dapat dilakukan melalui mekanisme pemutusan kontrak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, PERHAPI mencatat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku pihak berwenang belum secara resmi melakukan pemutusan Kontrak Karya PT Agincourt Resources.

Sudirman menegaskan selama Kontrak Karya masih berlaku, pengambilalihan operasional tambang Martabe belum dapat dilakukan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil tetap berada dalam koridor kepastian hukum.

“Pemutusan Kontrak Karya secara sepihak berpotensi menjadi preseden buruk bagi iklim investasi pertambangan,” ujarnya.

PERHAPI mengingatkan pencabutan izin maupun pemutusan kontrak pertambangan harus berlandaskan prinsip due process of law sebagaimana diatur dalam asas-asas umum pemerintahan yang baik serta Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Evaluasi terhadap pelaku usaha perlu dilakukan secara proporsional sesuai tingkat pelanggaran dan memberikan ruang pembelaan yang memadai.

Menurut PERHAPI, tindakan administratif yang tidak mengikuti prosedur hukum berisiko dikualifikasikan cacat, baik secara prosedural maupun substantif. Proses pencabutan izin atau pemutusan Kontrak Karya harus mengacu pada Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara beserta peraturan turunannya.

“Selama kegiatan usaha pertambangan dijalankan dengan baik dan benar serta seluruh dokumen dipenuhi, tidak ada alasan hukum untuk mencabut izin atau memutus kontrak,” kata Sudirman.

PERHAPI juga menyoroti isu dugaan pelanggaran lingkungan yang melibatkan PT Agincourt Resources. Indikasi awal dari temuan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dinilai belum cukup menjadi dasar penjatuhan sanksi tanpa penguatan kajian ilmiah, teknis, serta pembuktian kausalitas yang ketat sesuai standar environmental liability.

Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggugat secara perdata PT Agincourt Resources ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai gugatan hingga Rp200 miliar terkait dugaan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Gugatan bernomor perkara 62/Pdt.Sus-LH/2026/PN JKT.SEL tersebut terdaftar sejak 20 Januari 2026.

PERHAPI mendorong seluruh pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan hingga terbit putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sebelum melangkah ke kebijakan yang lebih jauh. Di sisi lain, rekam jejak pengelolaan lingkungan PT Agincourt Resources juga tercatat melalui perolehan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup serta penghargaan Good Mining Practice Award dari Kementerian ESDM.

Read Entire Article