Kolaborasi Media Asing: Peluang Jurnalisme atau Jalan Pintas Etika?

6 days ago 23
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi jurnalis . Foto: New Africa/Shutterstock

Kolaborasi media asing sering dipromosikan sebagai tanda kemajuan jurnalisme: lintas batas, lintas perspektif, dan lintas kepentingan. Bagi media lokal, kerja sama semacam ini kerap dipandang sebagai loncatan reputasi, bahkan legitimasi.

Namun di balik euforia kolaborasi global, muncul pertanyaan mendasar yang jarang diajukan secara jujur: Apakah kolaborasi tersebut benar-benar memperkuat etika jurnalistik, atau justru melemahkan kemandirian media lokal itu sendiri?

Pertanyaan ini menjadi relevan ketika praktik penggunaan konten dari akun media sosial personal tanpa persetujuan yang jelas dianggap wajar selama dilakukan atas nama kepentingan publik atau kerja jurnalistik.

Pada titik inilah kolaborasi perlu dibaca secara kritis, bukan sebagai simbol kemajuan semata, melainkan sebagai praktik yang harus diuji secara etika dan logika.

Dalam hukum Indonesia, konten yang dihasilkan akun personal—baik berupa tulisan, foto, maupun visual—merupakan ciptaan yang dilindungi hak cipta sejak pertama kali diwujudkan.

Ilustrasi fotografer jurnalistik. Foto: Justin Tallis/AFP

Namun, persoalan ini tidak berhenti pada aspek legal. Dalam jurnalisme, hak cipta juga berkaitan dengan cara media menghormati asal-usul informasi.

Mengambil konten personal tanpa izin—meskipun disertai penyebutan sumber—berisiko mengaburkan batas antara verifikasi dan apropriasi. Jurnalisme yang bertanggung jawab bukan hanya soal menyampaikan informasi yang benar, melainkan juga tentang bagaimana informasi itu diperoleh dan dengan standar apa ia diproses.

Mengabaikan hak cipta berarti mengabaikan asal-usul pengetahuan yang dipakai dalam berita.

Media Capture dalam Balutan Kolaborasi

Dalam kajian media, dikenal konsep media capture: kondisi ketika media kehilangan independensinya karena tekanan eksternal. Capture tidak selalu hadir dalam bentuk intervensi politik atau ekonomi. Dalam konteks kolaborasi internasional, ia kerap muncul secara lebih halus melalui daya tarik reputasi global.

Media lokal terkadang mengadopsi kerangka narasi media asing tanpa jarak kritis yang memadai. Afiliasi internasional diperlakukan sebagai jaminan kredibilitas, sehingga proses editorial lokal menjadi longgar. Dalam situasi ini, kolaborasi tidak lagi memperluas perspektif, melainkan berpotensi menyempitkan otonomi redaksi.

Ilustrasi jurnalistik. Foto: Shutterstock

Kolaborasi seharusnya memperkuat kapasitas berpikir media lokal, bukan menggantikannya.

Ketidakadilan Epistemik terhadap Sumber Lokal

Persoalan lain yang jarang dibahas adalah ketidakadilan epistemik, yaitu ketika pengetahuan dan pengalaman individu atau komunitas lokal diperlakukan sekadar sebagai bahan mentah, bukan sebagai narasi yang memiliki pemilik dan konteks.

Akun media sosial personal sering berada pada posisi ambigu: cukup dekat untuk dieksploitasi, tetapi terlalu lemah untuk dilindungi secara institusional. Pengalaman personal diserap ke dalam laporan besar, sementara hak subjek atas persetujuan, konteks, dan kontrol narasi kerap terabaikan.