Ketika Pendidikan Tak Lagi Berbicara tentang Kehidupan

5 days ago 22
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi kursi dan menja sekolah. Foto: Shutterstock

Banyak siswa menjalani sekolah bukan sebagai proses memahami hidup, tetapi sebagai rutinitas yang harus diselesaikan. Datang pagi, duduk rapi, mencatat, mengerjakan tugas, lalu pulang. Sekolah menjadi ruang administratif, bukan ruang berpikir.

Dalam situasi seperti ini, kegagalan pendidikan bukan terletak pada siswa, melainkan pada sistem yang terlalu sibuk mengatur target, tapi lupa membangun makna.

Sejarah yang Dipersempit Menjadi Hafalan

Sejarah seharusnya menjadi pelajaran paling kritis di sekolah. Ia mengajarkan bahwa kekuasaan bisa salah, bahwa ketidakadilan pernah dilegalkan, dan bahwa perubahan lahir dari keberanian berpikir dan melawan arus.

Namun di kelas, sejarah sering diperlakukan sebaliknya. Ia dipersempit menjadi urutan peristiwa, daftar tokoh, dan soal pilihan ganda. Siswa diminta mengingat, bukan memahami. Menghafal, bukan mempertanyakan.

Ketika sejarah kehilangan daya kritisnya, siswa kehilangan kesempatan belajar membaca realitas. Mereka tahu apa yang terjadi di masa lalu, tetapi tidak mampu mengaitkannya dengan ketimpangan, konflik, dan krisis yang mereka saksikan hari ini.

Sejarah menjadi jinak, padahal seharusnya menggugah.

Siswa Hidup di Dunia yang Retak, Sekolah Berpura-Pura Normal

Siswa hari ini hidup di dunia yang penuh kontradiksi: informasi berlimpah, tapi kebenaran kabur; kebebasan berekspresi luas, tapi tekanan sosial semakin kuat. Media sosial membentuk identitas mereka, sering kali lebih kuat daripada sekolah.

Namun sekolah kerap bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Masalah mental dianggap urusan pribadi, kegelisahan dianggap kurang iman atau kurang disiplin. Pendidikan gagal membaca konteks zaman yang sedang dihadapi siswanya sendiri.

Ketika sekolah menutup mata, siswa mencari makna di luar—sering kali tanpa bimbingan.

Pendidikan yang Tak Kritis Melahirkan Generasi yang Mudah Dibentuk

Pendidikan yang tidak membiasakan berpikir kritis hanya akan melahirkan generasi yang patuh, bukan sadar. Mereka mudah diarahkan, mudah terpolarisasi, dan mudah percaya tanpa bertanya.

Di sinilah bahaya terbesar pendidikan yang kehilangan ruh reflektifnya. Ia mungkin berhasil mencetak lulusan, tetapi gagal membentuk warga yang berpikir.

Sejarah seharusnya menjadi alat untuk melawan itu. Bukan dengan indoktrinasi, tetapi dengan dialog. Bukan dengan kebenaran tunggal, tetapi dengan keberanian mempertanyakan.

Mengembalikan Pendidikan pada Tujuan Sejatinya

Pendidikan tidak boleh hanya sibuk menjawab apa yang harus diajarkan, tetapi juga untuk siapa dan untuk apa. Siswa bukan kertas kosong, dan guru bukan mesin kurikulum.

Kelas harus kembali menjadi ruang berpikir, bukan sekadar ruang duduk. Sejarah harus kembali menjadi cermin, bu...

Read Entire Article