Namun di sisi lain, IDAI mengingatkan, real food atau makanan asli, tetap lebih baik dibanding pangan kemasan. Oleh karena itu, selain memperhatikan label kemasan, penting juga untuk membatasi konsumsinya.
Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Klara Yuliarti, Sp.A, Subsp.N.P.M(K), menjelaskan bahwa produk yang telah mendapatkan izin edar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memiliki standar syarat yang ketat.
Dalam webinar bersama IDAI pada Selasa (27/1), dr. Klara merinci 5 poin utama yang perlu dicermati orang tua saat memilih pangan olahan dalam kemasan:
Poin yang Wajib Diperhatikan pada Label Makanan
Hal pertama yang harus dicek adalah tanggal kedaluwarsa. Meski seharusnya produk kedaluwarsa tidak dijual di pasaran, kesalahan tetap bisa terjadi. dr. Klara menjelaskan terdapat dua jenis penanda waktu pada kemasan, yaitu expiry date/expired date dan best before.
Expired date berarti produk tidak boleh lagi dikonsumsi setelah tanggal tersebut karena berisiko mengandung cemaran mikroorganisme atau bahan berbahaya.
“Nah, sedangkan ada satu lagi yang namanya best before. Best before baik digunakan sebelum. Kalau best before itu makanan-makanan yang lebih longgar. Kalau untuk makanan bagi populasi khusus (anak di bawah 3 tahun) itu semua expired date,” ucapnya.
2. Daftar Komposisi Bahan Makanan
Kedua adalah daftar komposisi bahan. Urutan bahan pada label menunjukkan jumlah kandungan dari yang terbanyak hingga paling sedikit. Jika suatu produk mencantumkan bahan utama di urutan pertama, artinya bahan tersebut memiliki porsi paling besar dalam produk tersebut. Informasi ini penting untuk mengetahui kandungan utama makanan yang dikonsumsi anak.
“Ini sebagai contoh nih. Susu sapi segarnya, 85,92%. Jadi artinya, ya ini yang ditaruh di urutan pertama ya,” kata dr. Klara.
3. Tabel Informasi Nilai Gizi (ING)

3 days ago
3






































