Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah melemah dipengaruhi data ekonomi AS yang kuat.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp16.770-Rp16.820 per dolar AS, dipengaruhi oleh global penguatan index dollar sejalan dengan data ekonomi AS yang kuat," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu, data ADP tentang jumlah tenaga kerja nonpertanian swasta meningkat 22 ribu pada Januari 2026, walaupun di bawah ekspektasi pasar sebesar 46 ribu.
Sebelumnya, pada 2025, pemberi kerja hanya menambah 398 ribu pekerjaan, menurun dari 771 ribu pada tahun 2024.
Melihat sentimen domestik, pelaku pasar disebut masih menunggu data ekonomi Indonesia.
"Pelaku pasar masih menunggu data pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan BPS (Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini," ujar Rully.
Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi melemah jadi Rp16.805 per dolar AS
Baca juga: Pelemahan rupiah tertahan berkat stabilitas makro Indonesia yang solid
Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp16.763 per dolar AS
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






































