Jakarta (ANTARA) - PT Indokripto Koin Semesta Tbk optimistis bahwa pemangkasan biaya transaksi yang dilakukan oleh anak usahanya, pengelola bursa berjangka aset kripto PT Central Finansial X (CFX), dapat memberikan efek berganda (multiplier effect).
Direktur Utama COIN Ade Wahyu menyatakan, penurunan biaya tersebut akan membuat ekosistem kripto menjadi lebih efisien dan menarik bagi konsumen, sehingga frekuensi dan volume transaksi diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan, yang pada akhirnya dapat mengkompensasi penyesuaian tersebut.
“Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia menuturkan, biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar.
Menurut riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik saat ini adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global.
Riset tersebut juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi, yang mana sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan akan berpindah platform jika biaya transaksi dinilai mahal.
Data tersebut mengindikasikan besarnya potensi capital outflow (arus modal keluar) dan adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.
Baca juga: Bursa Kripto CFX inisiasi kurangi biaya transaksi secara bertahap
Baca juga: Indodax: Harga BTC turun ke 74.000 dolar AS, fundamental masih kuat
Baca juga: Tokocrypto bukukan nilai transaksi Rp160 triliun sepanjang 2025
Sebagai respons atas temuan tersebut sekaligus upaya meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional, CFX berencana untuk menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen mulai 1 Maret 2026.
Nantinya, biaya tersebut akan diturunkan lagi menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.
Ade menyampaikan, penurunan biaya tersebut juga dapat memacu perseroan untuk terus menciptakan berbagai potensi sumber pendapatan baru.
Pihaknya selaku perusahaan induk pun terus mendorong pengembangan berbagai inovasi produk, baik pengembangan dari produk yang sudah ada maupun produk baru sebagai langkah diversifikasi, salah satunya produk derivatif kripto.
“Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif,” ujar Ade Wahyu.
Baca juga: Soal kripto untuk dapen, Upbit ingatkan pentingnya pendekatan bijak
Baca juga: IDRX gandeng Solana mempercepat tokenisasi RWA berbasis rupiah
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





































