Jakarta (ANTARA) - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan tekanan inflasi tetap berada dalam kisaran yang terkendali pada awal 2026, didukung oleh kondisi sisi pasokan pangan yang relatif kondusif.
"Stabilitas tersebut turut memberikan ruang bagi konsumsi masyarakat untuk tetap tumbuh secara lebih terukur dan berkelanjutan," kata Andry dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Adapun tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan di pengujung tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja selama momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kondisi ini diperkirakan berlanjut pada awal tahun 2026, dengan dukungan berbagai program dan stimulus pemerintah, serta dorongan musiman Ramadhan dan Idul Fitri pada kuartal I 2026 yang secara historis memperkuat permintaan domestik.
Terjaganya konsumsi masyarakat tercermin dari tingkat inflasi yang tetap terkendali sebesar 2,92 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025, sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS).
Capaian tersebut masih berada dalam kisaran target inflasi 2025, yakni 1,5-3,5 persen, yang mencerminkan stabilitas harga di tengah aktivitas ekonomi yang terus berlangsung.
Secara bulanan, inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month to month (mom).
Secara historis, inflasi cenderung meningkat pada periode akhir tahun, seiring dengan naiknya permintaan masyarakat yang dipengaruhi oleh momentum perayaan Natal-tahun baru.
"Kenaikan ini mencerminkan menguatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun," kata Andry.
Daya beli masyarakat juga terpantau mengalami penguatan, tercermin dari pergerakan tingkat inflasi inti.
Pada Desember 2025, inflasi inti tercatat meningkat sebesar 0,20 persen mom, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,17 persen mom.
Inflasi inti ini umumnya mencerminkan dinamika permintaan domestik yang relatif lebih stabil dan berkelanjutan.
Andry menjelaskan peningkatan inflasi inti tersebut didukung oleh menguatnya konsumsi domestik pada pengujung tahun 2025.
Di sisi lain, kenaikan harga emas turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi inti pada periode tersebut.
"Aktivitas konsumsi tetap solid pada Desember, tecermin dari kenaikan Mandiri Spending Index (MSI) sebesar 17 persen secara bulanan," imbuh Andry.
Sementara itu, komponen inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,37 persen mom, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,24 persen mom.
Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh penyesuaian tarif tiket pesawat dan bahan bakar minyak (BBM) selama periode libur Natal-tahun baru.
Secara keseluruhan, berbagai data terbaru yang dirilis BPS menunjukkan kinerja perekonomian nasional dari sisi konsumsi masyarakat masih berada dalam tren yang positif, dengan stabilitas harga yang tetap terjaga di tengah dinamika permintaan musiman.
Kondisi ini menegaskan peran konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Kemenkeu: Kinerja 2025 solid, jadi modal kuat untuk ekonomi 2026
Baca juga: BI optimistis inflasi tahun ini dan 2027 tetap terkendali dalam target
Baca juga: Inflasi tahunan tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Gunungsitoli
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






































