Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah dalam proses untuk mendapatkan rating dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Moody’s Ratings dan S&P Global Ratings.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan Danantara telah mengantongi rating dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Ratings, yang diberikan terhadap obligasi yang diterbitkan yaitu Patriot Bond dengan peringkat AAA (idn) dari Fitch.
“Kita in the process to get rating dari S&P and Moody's,” ujar Rosan dalam paparannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
Rosan mengatakan, peringkat yang telah diraih oleh Sovereign Wealth Fund (SWF) ini melahirkan kepercayaan global atas badan investasi Indonesia ini
“Ini juga memberikan lebih kepercayaan bahwa Danantara ini risikonya sangat terukur, terstruktur, dan ini memberikan hal yang sangat positif mengenai Danantara. Jadi ini pun kita sudah di rating, dan alhamdulillah dari Pefindo maupun dari Fitch,” ujar Rosan.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah berhasil mengumpulkan dana dari obligasi patriot (patriot bond) senilai Rp50 triliun, yang akan digunakan untuk proyek energi baru dan terbarukan (EBT), serta konversi sampah menjadi energi (Waste to Energy).
Patriot Bond merupakan surat utang perdana yang diterbitkan oleh Danantara Indonesia, yang ditargetkan menghimpun dana hingga Rp50 triliun.
Patriot Bond diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri dengan jangka tenor lima tahun dan tujuh tahun. Kedua seri tersebut menawarkan imbal hasil sebesar dua persen.
Beberapa negara yang telah menggunakan skema obligasi patriot itu, di antaranya Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Terkait Patriot Bond, Pandu menjelaskan, negara dapat memperoleh sumber pendanaan jangka menengah hingga panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses kepada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat.
Baca juga: Danantara siap investasi empat proyek total senilai Rp202,4 T di 2026
Baca juga: Kampung Haji, Danantara siap beli lahan 600 meter dari Masjidil Haram
Baca juga: Kadin sebut proyek hilirisasi Danantara pacu daya saing industri
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







































