Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 berkisar 5,5-6 persen
"Mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026," ungkapnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
Pada kuartal I-2026, lanjutnya, pemerintah memastikan belanja negara sebesar Rp809 triliun benar-benar optimal.
Total anggaran tersebut mencakup untuk percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp62 triliun, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN)/TNI/Polri sebesar Rp55 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera sebesar Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.
Total injeksi langsung ini mencapai sekitar Rp136 triliun di luar belanja rutin.
Baca juga: Luhut: RI bisa tiru India tarik investasi lewat reformasi pasar modal
Tambahan momentum berasal dari faktor musiman seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB), lanjut dia, injeksi sebesar ini berpotensi menghasilkan efek pengganda signifikan, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, makanan-minuman, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total Rp20 triliun. Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun.
Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.
Baca juga: Airlangga: RI siap "lepas landas" menuju ekonomi 8 persen
Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong sektor konstruksi serta industri bahan bangunan, tetapi juga memperkuat hilirisasi berbasis ekspor dan meningkatkan nilai tambah domestik.
“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di triwulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” ujar Purbaya.
Jika belanja Rp809 triliun pada kuartal I-2026 terserap optimal, injeksi Rp136 triliun langsung menggerakkan konsumsi, dan realisasi investasi Rp220 triliun berjalan tepat waktu, lanjutnya, maka pertumbuhan semester I berpotensi melampaui 5,5 persen.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







































