Beijing (ANTARA) - China akan terus menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif pada tahun 2026 yang dapat diringkas sebagai "memperluas volume total, mengoptimalkan struktur, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat momentum," kata Wakil Menteri Keuangan Liao Min.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kantor Informasi Dewan Negara, Selasa, Liao menekankan bahwa defisit fiskal, total utang, dan pengeluaran fiskal keseluruhan China untuk 2026 akan dipertahankan pada tingkat yang wajar, guna memastikan bahwa intensitas pengeluaran fiskal keseluruhan meningkat secara konsisten dan dukungan untuk sektor-sektor penting tetap kuat secara konsisten.
Liao menekankan bahwa perluasan lebih lanjut pengeluaran fiskal di atas tingkat proaktif tahun 2025 mencerminkan komitmen kuat kebijakan pemerintah, sekaligus memastikan keberlanjutan fiskal jangka menengah hingga jangka panjang.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa China akan secara gencar mengurangi pengeluaran yang tidak efisien dan tidak efektif, serta mengalihkan lebih banyak sumber daya fiskal untuk meningkatkan konsumsi, berinvestasi pada modal manusia, dan memperkuat perlindungan kesejahteraan, sambil meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui berbagai saluran.
Pada 2026, pemerintah akan terus mengalokasikan obligasi pemerintah (treasury bonds) jangka panjang khusus untuk mendukung sejumlah strategi nasional utama, memperkuat kapasitas keamanan di bidang-bidang strategis, serta program peningkatan (upgrade) peralatan berskala besar dan program tukar tambah barang konsumsi.
Liao mengatakan bahwa pada 2026, Kementerian Keuangan akan memberikan dukungan yang kuat dan konkret untuk menjaga stabilitas lapangan kerja, usaha, pasar, dan ekspektasi, guna memastikan awal yang baik bagi Rencana Lima Tahun ke-15.
Pada 2025, China secara signifikan memperkuat penyesuaian kontra-siklus, dengan rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) ditetapkan sekitar 4 persen, meningkat satu poin persentase dibandingkan tahun 2024.
Meskipun terjadi peningkatan skala, Liao menyebut bahwa rasio utang pemerintah China terhadap PDB tetap relatif rendah, jauh di bawah rata-rata negara-negara anggota Kelompok 20 (Group of Twenty/G20).
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






































