Jet tempur KAAN buatan Turki.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi dan Turki tengah mempertimbangkan investasi bersama dalam program jet tempur generasi kelima Turki, Kaan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, keputusan tentang pengembangan itu akan segara ditentukan.
"Keputusan yang mungkin akan segera diambil," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (6/2/2026) dilansir MEE.
“Kami sedang menandatangani perjanjian kerja sama industri pertahanan yang signifikan dengan Arab Saudi, dan kami bertekad untuk lebih memperkuatnya,” kata Erdogan kepada wartawan saat kembali ke Turki setelah kunjungannya ke Mesir dan Arab Saudi minggu ini.
Turki telah mulai mengembangkan pesawat tempur generasi kelima sejak tahun 2010. Pengembangan itu rencananya dipercepat setelah Ankara dikeluarkan dari program F-35 yang dipimpin AS pada tahun 2019, menyusul pembelian sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia, yang juga menyebabkan sanksi oleh Kongres AS.
Proyek Kaan dianggap sangat mahal. Hal itu mendorong Ankara untuk mencari mitra internasional.
Pada bulan Juni, Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membeli 48 jet tempur Kaan dalam perjanjian senilai lebih dari 10 miliar dolar AS. Kesepakatan 10 tahun tersebut mencakup produksi bersama komponen-komponen Kaan tertentu di Indonesia.
Negara-negara lain, termasuk Qatar dan Azerbaijan, juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi pesawat tersebut.
Kaan melakukan penerbangan perdananya pada Februari 2024, sementara waktu ditenagai oleh dua mesin General Electric F110-GE-129. Mesin itu sama yang digunakan pada jet tempur F-16 Turki. Turkish Aerospace Industries (TAI), yang memimpin program Kaan, sedang mengembangkan mesin produksi dalam negeri untuk pesawat tersebut.

6 hours ago
4







































