Festival bunga sakura dengan latar belakang pemandangan Gunung Fuji, Jepang, terpaksa harus dibatalkan. Hal ini dilakukan, karena overtourism atau wisata berlebihan yang dikeluhkan warga setempat.
Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi, mengatakan bahwa di balik pemandangan indah Gunung Fuji, terdapat kenyataan bahwa ketenangan warga sekitar terancam. Mereka juga merasakan krisis yang sangat kuat.
"Demi melindungi martabat dan lingkungan hidup, festival yang telah berlangsung 10 tahun itu pun terpaksa dibatalkan," ujar Shigeru, seperti dikutip dari Antara.
Festival ini berada di taman yang menghadap ke Gunung Fuji, pohon sakura, dan pagoda lima lantai. Oleh karena itu, kunjungan wisatawan diprediksi masih akan mengalami peningkatan menjelang musim semi.
Sebelumnya, otoritas setempat telah menyiapkan langkah untuk mengelola kunjungan wisata di kota-kota terdekat, mengingat tempat ini menjadi objek wisata populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah dengan membangun penghalang untuk mencegah wisatawan melakukan hal negatif, dan membatasi jumlah kunjungan.
Sementara itu, kunjungan wisatawan asing di Fujiyoshida dikabarkan menyebabkan kemacetan lalu lintas di Fujiyoshida. Tak hanya itu, ada pula persoalan sampah puntung rokok yang berserakan, serta adanya laporan pelanggaran batas.
Tak hanya itu, wisatawan juga dilaporkan buang air besar di kebun rumah warga. Ada pula keluhan di Kyoto terkait wisatawan yang tidak sopan dan dituduh mengganggu para penari geisha dengan busana kimono, saat mereka mengajak untuk berfoto.

6 hours ago
2







































