Penyakit mematikan akibat virus Nipah muncul lagi di India. Penyakit yang belum ada obat dan vaksinnya ini menginfeksi setidaknya 5 tenaga medis, mulai dokter hingga perawat.
Sejumlah bandara internasional di Asia pun menghidupkan protokol era pandemi COVID-19 untuk mencegah virus Nipah masuk ke negaranya. Cek suhu badan hingga sering cuci tangan diterapkan.
Sejauh ini diketahui bahwa kelelawar buah merupakan inang alami virus Nipah (di badannya mengandang virus Nipah, tapi tidak sakit).
Virus tersebut dapat menyebar melalui beberapa perantara, di antaranya: kontak langsung dengan babi yang terinfeksi, konsumsi buah yang terkontaminasi air liur kelelawar, serta konsumsi nira atau getah palem yang telah tercemar cairan tubuh kelelawar.
Atas kemunculan kasus virus Nipah di India, KBRI New Delhi memberi imbauan untuk warga Indonesia di negeri Bollywood.
“Waspada virus Nipah, jangan panik, lakukan tindakan preventif, dan taati imbauan otoritas kesehatan setempat,” pesan KBRI New Delhi di akun medsosnya, Kamis (29/1).
KBRI New Delhi juga memberikan edukasi tentang sekilas virus Nipah, penyebab, gejala, dan pencegahannya. Berikut penjelasan selengkapnya:
Virus Nipah adalah penyakit infeksi yang berasal dari hewan zoonosis dan dapat menular ke manusia. Kasusnya relatif jarang, tapi penting untuk dikenali agar dapat dicegah sejak dini.
Virus Nipah dapat terjadi melalui:
"Virus ini tidak menyebar bebas melalui udara," kata KBRI New Delhi.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Sebagian besar kasus menunjukkan gejala awal yang umum. Namun, pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan serius bila tidak ditangani dengan baik.
"Deteksi dini sangat penting," kata KBRI New Delhi.
Kasus virus Nipah sendiri sudah berulang kali muncul di India.
"Virus Nipah adalah penyakit endemik yang sudah muncul berulang kali sejak 2001 di [Negara Bagian] West Bengal dan Kerala," kata KBRI New Delhi.

6 days ago
9






































