Istanbul (ANTARA) - Uni Eropa dan Vietnam bersepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Hal itu diumumkan dalam konferensi pers di Hanoi pada Kamis (29/1) setelah Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa bertemu Presiden Vietnam Luong Cuong.
Costa mengatakan peningkatan hubungan itu mencerminkan kedalaman dan keluasan kerja sama yang telah terjalin di antara kedua negara, serta mewakili harapan untuk membangun hubungan di masa depan di bidang perdagangan, transisi hijau dan digital, keamanan, serta hubungan antar-masyarakat.
Uni Eropa dan Vietnam dipersatukan oleh komitmen kuat terhadap tatanan internasional berbasis aturan, multilateralisme, serta perdamaian dan stabilitas, tulis Costa di platform X.
"Pada saat tatanan internasional berbasis aturan menghadapi ancaman dari berbagai arah, kita perlu berdiri berdampingan sebagai mitra yang andal dan dapat diprediksi," katanya, menurut pernyataan Dewan Uni Eropa.
Costa menegaskan bahwa kemitraan itu bukan sekadar tentang kemakmuran ekonomi bersama, melainkan juga tentang komitmen terhadap aturan global yang memberikan pengaruh positif bagi dunia di luar kawasan mereka.
"Itulah sebabnya kemitraan kita penting melampaui kawasan masing-masing," katanya.
Peningkatan hubungan dengan Vietnam itu menandai kemitraan strategis komprehensif pertama Uni Eropa dengan negara di Asia Tenggara.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Hanoi bakal bangun terowongan penyeberangan sungai dua tingkat
Baca juga: Vietnam diprediksi sambut 21,5 juta kedatangan internasional pada 2025
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

6 days ago
6






































