REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan akan berkantor di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, mulai Jumat (30/1). Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan penuh OJK terhadap agenda reformasi dan penguatan pasar modal Indonesia.
“Mulai besok kami juga akan berkantor di sini (Gedung BEI),” ujar Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.
Mahendra menegaskan kehadiran OJK di Gedung BEI merupakan bentuk soliditas dalam mendukung langkah-langkah reformasi, perbaikan, serta penguatan pasar modal Indonesia.
Menurut dia, hal tersebut dilakukan demi kepentingan nasional agar BEI mampu setara dengan standar dan perkembangan bursa di mancanegara.
“Ini semua mendukung penuh langkah-langkah reformasi, perbaikan, dan penguatan. Jadi, semua mendukung hal ini karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa BEI memang setara dengan kondisi, perkembangan, serta standar yang ada di mancanegara, dan juga solid mendukung penguatan serta pendalaman pasar,” ujar Mahendra.
Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan kunci utama dari penguatan dan pendalaman pasar adalah reformasi yang berorientasi pada perbaikan transparansi dan integritas.
“Jadi, kunci dasarnya adalah reformasi yang memperbaiki transparansi dan integritas,” ujar Mahendra.
Meski demikian, ia menekankan fokus utama OJK bukan semata pada satu aspek tertentu, melainkan memastikan seluruh agenda reformasi berjalan secara menyeluruh, cepat, tepat, dan efektif.
“Tapi fokus kami bukan hanya pada satu hal. Fokus kami adalah memastikan seluruh agenda reformasi dan perbaikannya berjalan cepat, tepat, dan efektif,” tutup Mahendra.
sumber : ANTARA

6 days ago
18






































