PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (27/1).
"Tidak… kami terus berhubungan dengan otoritas Israel. Kami sudah melihat berbagai laporan, tetapi kami belum diberikan informasi pastinya," kata Dujarric kepada wartawan ketika ditanya seputar pembukaan kembali penyeberangan Rafah.
Ia kembali menegaskan bahwa PBB ingin penyeberangan Rafah dibuka lagi untuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan supaya warga Palestina mendapat akses keluar masuk Jalur Gaza.
Pekan lalu Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Ali Shaath menyebutkan bahwa penyeberangan Rafah di perbatasan wilayah Palestina dan Mesir akan segera dibuka dari dua arah.
Pada awal Januari, utusan khusus presiden AS Steve Witkoff mengumumkan tahap kedua rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Tahap itu akan berfokus pada transisi pascagencatan senjata menuju demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan juga rekonstruksi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Penyeberangan Rafah dibuka pekan depan, Gaza akan kembali terhubung
Baca juga: Israel setuju buka perbatasan Rafah secara terbatas dengan syarat
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
13






































