Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty pada Rabu (28/1) melakukan pembicaraan via telepon secara terpisah dengan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi dan utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, mengenai perkembangan regional terkini di tengah meningkatnya ketegangan.
Abdelatty menekankan perlunya mengintensifkan berbagai upaya untuk mengurangi eskalasi dan meredakan ketegangan, serta berupaya mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam siklus ketidakstabilan baru, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Abdelatty menekankan pentingnya memprioritaskan jalur diplomatik untuk mencapai solusi politik berkelanjutan yang mendukung keamanan dan stabilitas regional.
Dia juga menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang diperlukan untuk melanjutkan dialog antara AS dan Iran, dengan tujuan mencapai kesepakatan nuklir yang komprehensif untuk mendukung keamanan dan stabilitas baik di tingkat regional maupun internasional.
Baik pihak Iran maupun AS belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun terkait pembicaraan via telepon tersebut.
Pembicaraan via telepon tersebut terjadi di tengah laporan kedatangan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln (USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group) di Timur Tengah, dan pengumuman Trump tentang "armada" kapal militer AS tambahan yang berlayar menuju Iran. Iran memperingatkan akan memberikan respons yang "menyeluruh dan menimbulkan penyesalan" terhadap setiap agresi. Selesai
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
9






































