Komnas PA Jakarta: Perlu Edukasi Perbedaan Antara Kejahatan dan Kenakalan Anak

1 week ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Konten kreator Helmi bersama Komnas Perlindungan Anak Jakarta memberikan keterangan mengenai kasus pelecehan yang menimpa anak Helmi di SMPN 214 Jakarta, Rabu (28/1/2028). Foto: Ryan Iqbal/kumparanKonten kreator Helmi bersama Komnas Perlindungan Anak Jakarta memberikan keterangan mengenai kasus pelecehan yang menimpa anak Helmi di SMPN 214 Jakarta, Rabu (28/1/2028). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Komnas Perlindungan Anak (PA) Jakarta menanggapi kasus pelecehan anak yang marak terjadi belakangan ini.

Komnas PA Jakarta menyatakan perlu ada edukasi kepada orang tua untuk membedakan kenakalan dengan kejahatan terhadap anak.

"Karena saat ini, yang harus kita edukasi adalah orang tua itu belum bisa mengartikan mana yang namanya kenakalan, mana yang namanya kejahatan. Nah, itu yang harus orang tua tahu, bahwa ada yang namanya kenakalan, ada yang namanya kejahatan," kata Wakil Ketua Komnas PA Jakarta Hagistio Pradika kepada wartawan di Jakarta Timur, Rabu (28/1).

Ia menambahkan, perbedaan kedua kategori ini juga harus dipahami oleh anak. "Dan itu harus benar-benar bisa diedukasikan kepada anak-anak," tambahnya.

Hagistio mengatakan, kategori kejahatan yang dimaksud memiliki karakteristik berbau dewasa. Menurutnya hal itu mulai dapat terlihat dari segi bahasa yang digunakan anak dan berada di ruang publik.

"Karena bahasanya itu bukan bahasa kenakalan lagi, bahasanya sudah bahasa dewasa. Apalagi ketika itu dilakukan di ruang publik, itu yang menjadi persoalan yang cukup signifikan dan menjadikan penilaian terhadap suatu perbuatan," ujarnya.

Selain itu, Tio juga mengimbau agar orang tua memberikan edukasi kepada anak untuk tidak menerima uang cuma-cuma dari orang asing. Apalagi mengarah pada ajakan yang berbahaya.

"Kita harus bisa mengedukasi ke anak bahwa ketika ada orang yang memberikan uang cuma-cuma ya, apalagi itu nominalnya besar gitu kan, dan itu harus diwaspadai. Gitu lho. Karena dengan dia memberikan uang itu, pasti ada timbal baliknya. Nah itu yang harus kita edukasi ke anak, gitu. Jangan sampai itu terjadi kepada anak-anak di luaran sana," tuturnya.

 Doidam 10/Shutterstock.Ilustrasi perundungan. Foto: Doidam 10/Shutterstock.

Komnas PA Jakarta menekankan upaya edukasi harus dilakukan hingga anak sadar atas apa yang dilakukannya. Menurut Komnas PA Jakarta, hal ini harus difokuskan kepada ruang-ruang digital yang digunakan oleh anak.

"Nah ini, kembali saya juga melengkapi dari Mas Tio tadi, agar perlu adanya satu edukasi lebih lagi terkait dengan penggunaan ruang-ruang digital. Yang mana kita harus sadari bahwa itu adalah ruang publik, semua orang bisa mengakses itu, apalagi sesuatu yang bisa diakses oleh lebih dari segelintir orang," kata Tenaga Ahli Komnas Perlindungan Anak Jakarta, Abilio.

Komnas PA menjelasjan, ruang publik terkhusus sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak. Sebagai bentuk pencegahan agar anak tidak mengalami kekerasan seksual baik sebagai pelaku maupun korban.

"Justru sekarang kebanyakan sekolah menjadi tempat sarang seseorang anak menderita satu depresi atau bahkan mengalami satu tekanan mental yang luar biasa sehingga berujung kematian seperti yang tadi disinggung. Hal-hal ini yang kita sama-sama kampanyekan, bahwa sekolah harus menjadi ruang yang nyaman untuk kita semua," kata Abilio.

 ShutterstockIlustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock

Komnas PA menerangkan akhlak anak-anak pun harus dikembalikan dan dibangun. Hal ini demi menjaga masa depan anak-anak.

"Mengembalikan anak-anak ke akhlaknya, membangun akhlak mereka, itu yang terutama. Dan di sini kita memang tidak patut lagi menilai apakah ini sebatas pelanggaran atau kejahatan, namun yang paling terutama kita membicarakan masa depan anak," ujar Abilio.

Komnas PA meminta agar masyarakat tidak takut melapor bila mengalami kekerasan. Komnas PA Jakarta mengaku terbuka bagi seluruh anak di Indonesia yang mengalami bentuk kekerasan apa pun untuk melapor.

"Jadi untuk seluruh masyarakat khususnya di Jakarta, jangan takut untuk melapor ketika memang anak kalian itu mengalami kekerasan, hal-hal yang memang tidak pantas ada pada anak-anak. Silakan untuk menghubungi kami. Kami, Komnas Anak Provinsi DKI Jakarta selalu ada untuk anak Indonesia," pungkas Hagistio.

Read Entire Article