Manila (ANTARA) - Empat orang yang berasal dari satu keluarga tewas setelah tanah longsor melanda sebuah desa di Kota Cagayan de Oro, Filipina selatan, pada Kamis (5/2) malam waktu setempat, kata pihak berwenang pada Jumat (6/2).
Tanah longsor terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat, menimbun sebuah rumah di Desa Agusan saat para penghuninya sedang tidur. Korban tewas meliputi seorang kepala keluarga, istrinya, dan dua anak mereka, menurut pihak berwenang.
Anak tertua pasangan tersebut, yang selamat dari insiden itu, mengatakan keluarganya sedang tidur lelap ketika tanah longsor terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan tanah dan material menimpa rumah mereka.
Pihak berwenang mengaitkan tragedi ini dengan hujan lebat yang terus mengguyur akibat badai tropis Penha, yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Basyang, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil sehingga rawan longsor.
Badai Penha juga telah menyebabkan banjir di banyak area di Filipina selatan. Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional Filipina mengatakan total 1.848 keluarga, atau 6.152 orang, di 21 desa di seluruh daerah Caraga di timur laut pulau Mindanao telah terdampak oleh badai itu.
Saat ini badai Penha berada di atas Laut Bohol, bergerak ke arah barat-barat laut menuju Filipina tengah dengan kecepatan 20 km per jam, kata badan cuaca negara itu dalam peringatan terbaru pada Jumat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

6 hours ago
3





































