Moskow (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal feri penumpang-kargo Trisha Kerstin 3 di dekat Filipina meningkat menjadi 40 orang, kata Penjaga Pantai Filipina, Minggu (1/2).
Kapal M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam, Senin malam, sekitar satu mil laut dari Provinsi Basilan saat berlayar dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo di Provinsi Sulu.
Tenggelamnya kapal feri tersebut diduga akibat masalah teknis, meskipun kondisi cuaca saat itu dilaporkan baik. Laporan sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 36 orang.
“Jumlah total korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya MV Trisha Kerstin 3 adalah 40 orang,” demikian bunyi pernyataan resmi pihak berwenang setempat.
Petugas penjaga pantai menemukan tiga jenazah lagi dalam operasi pencarian yang masih berlangsung, masing-masing dua jenazah di sekitar Pulau Baluk-Baluk dan satu jenazah di dekat Pulau Lantavan, Provinsi Basilan. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Kota Zamboanga untuk proses identifikasi.
Selain itu, berdasarkan data yang ada, pada Senin jenazah seorang korban lainnya, seorang bayi perempuan berusia enam bulan, diserahkan kepada Dewan Provinsi Penanggulangan Risiko Bencana dan Manajemen Darurat Basilan. Jenazah bayi tersebut selanjutnya juga dibawa ke Kota Zamboanga.
Penjaga Pantai Filipina mencatat sebanyak 316 orang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Rusia di Filipina mengatakan kepada RIA Novosti bahwa tidak ada laporan mengenai warga negara Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Korban tewas kapal tenggelam di FIlipina bertambah jadi 29 orang
Baca juga: Korban tewas kapal tenggelam di Filipina meningkat jadi 15 orang
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
6





































